Dudung

Dudung
Ilustrasi, parade alutsista TNI beberapa waktu lalu. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - Kalau ada penobatan ‘’newsmaker of the year’’ tahun ini, salah satu tokoh yang potensial menang adalah KSAD Jenderal Dudung Abdurrahman. Dalam setahun terakhir ini namanya sering muncul di media, berbagai komentar dan tindakannya sering memantik komentar pro maupun kontra.

Dudung dengan cepat menjadi media darling sejak menjadi Pangdam Jaya sampai kemudian kariernya melesat bak meteor menjadi orang nomor satu di Angkatan Darat.

Jarang sekali muncul media darling dari kalangan tentara, karena selama ini tentara selalu bersikap disiplin dalam berbicara dan bertindak. Namun, Dudung beda. Dia adalah tipe tentara vokalis yang sering menjadi viral karena komentar-komentar yang kontroversial.

Media darling biasanya lebih banyak muncul dari kalangan politisi, yang punya kesempatan lebih terbuka untuk berbicara dan berkomentar mengenai isu-isu kontemporer apa pun. Namun, dalam dua tahun terakhir tidak muncul figur media darling dari kalangan politisi.

Publik pernah mengenal Fahri Hamzah dan Fadli Zon sebagai politisi vokal yang menjadi langganan media.

Dua politisi ini bertahun-tahun dikenal sebagi ‘’duet ganda putra’’ dari Senayan, karena selalu kompak dalam memberikan komentar-komentar tajam mengenai berbagai isu.

Duet politisi PKS dan Gerindra itu dikenal sebagai kritikus Jokowi, dan menjadi media darling yang komentarnya selalu dicari oleh para jurnalis. Namun, sejak Fahri keluar dari PKS dan pensiun dari parlemen 2019, Fadli Zon kehilangan pasangan, dan tidak bisa menemukan lagi yang ideal.

Akhirnya Fadli Zon bermain solo sebagai ‘’tunggal putra’’ Senayan. Meski kehilangan pasangan, Fadli tetap menjadi suara Senayan yang paling vokal dan kritis terhadap berbagai kebijakan pemerintah, meskipun Partai Gerindra resmi menjadi bagian dari koalisi pemerintah setelah pilpres 2019.

Jenderal Dudung Abdurrachman bukan politisi. Namun, beberapa komentarnya lebih mirip politisi ketimbang jenderal Angkatan Darat.