Selasa, 23 April 2019 – 12:53 WIB

Duh, Mesin Partai Belum Berkontribusi terhadap Elektabilitas Capres

Jumat, 08 Maret 2019 – 17:39 WIB
Duh, Mesin Partai Belum Berkontribusi terhadap Elektabilitas Capres - JPNN.COM

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik Pangi Sarwi Chaniago mengatakan, pemilu serentak memberikan dilema yang membuat sebagian besar partai politik pusing tujuh keliling. Menurutnya, pemilu serentak memunculkan coattail effect, yakni sebuah pengaruh kuat capres terhadap elektabilitas partai pengsungnya.

Pangi menjelaskan, hal ini menimbulkan pertanyaan apakah akan terjadi fenomena split ticket voting atau pembelahan dukungan pilihan, tidak tegak lurusnya antara pilihan capres dengan partai dan caleg.

Berdasar data, ujar Pangi, Pemilu 2004 dimenangkan Partai Golkar dengan raihan 21,58 persen. PDIP meraih 18,53 persen. Sedangkan presentasi suara Partai Demokrat (PD) hanya 7,45 persen, namun berhasil mengantarkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terpilih menjadi presiden dalam pilpres langsung 2004.

Menurut dia, PD yang hanya lima besar, bukan pemenang pemilu, bisa memenangkan pilpres karena terjadi split ticket voting atau tidak tegak lurusnya pilihan partai dengan magnet elektoral figur.

"Ini disebabkan pembelahan dukungan di tingkat akar rumput basis dukungan PDIP dan Golkar akibat dari kesetiaan pemilih cair karena masih lemahnya partai ID di Indonesia," katanya, Jumat (8/3).

Nah, Pangi menjelaskan, situasi ini tentu akan menjadi masalah tersendiri bagi partai yang tergabung dalam koalisi yang bukan merupakan partai asal capres. Hanya saja, kata dia, partai-partai anggota koalisi masih punya jalan keluar.

Mereka harus membangun asosiasi yang kuat terhadap sang kandidat untuk memaksimalkan dukungan terhadap partainya. "Ini bukan pekerjaaan mudah," tegasnya.

Pangi menjelaskan aturan main seperti ini bisa dilihat dengan logika utama untuk memetakan posisi parpol. Pertama, logika koalisi. Dia menjelaskan, setiap partai yang tergabung dalam koalisi semestinya mempunyai kesepahaman memenangkan kandidat yang sama-sama diusung.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar