Dulu Jualan Keliling untuk Biaya Kuliah, Kini Tembus Pasar Internasional

Dulu Jualan Keliling untuk Biaya Kuliah, Kini Tembus Pasar Internasional
Freddy Sinatra (kanan) dan anaknya Lio Adrian yang sukses menjalankan bisnis Susan Photo Album hingga menembus internasional. FOTO: BCA for jpnn.com

"Tidak masalah, berapapun kemampuan produksi album foto saat itu, tetap kami jual," ujar ayah dari dua orang anak,Lio Adrian dan Olivia Susanti. Dia berprinsip, dalam berbisnis, setiap apa yang dilakukan adalah memberi pelayanan terbaik kepada langganan.

Termasuk menjamin kualitas produk dengan sebaik-baiknya, kreatif, inovatif dan menarik. Sehingga setiap pelanggan yang dikunjungi merasa puas. Lambat laun, hal itu membuat ia dibanjiri pesanan. 

"Pesanan album foto terus meningkat hingga usaha ini berkembang," kata pria yang memiliki motto hidup 'maju terus' ini. Nama Susan Photo Album inipun banyak dikenal publik di Indonesia, bahkan hingga keluar negeri. Tentu saja, omzet perusahaan juga mengalami pertumbuhan pesat. 

Bahkan hingga tahun 2016 ini, Susan Photo Album memiliki karyawan kurang lebih 200 orang, termasuk tenaga produksi dan staf. 

"Dalam bisnis ini kami berjalan apa adanya. Selain niat tulus dan bersungguh-sungguh, modal lain barangkali karena memiliki jiwa seni. Prinsipnya, saya harus bekerja keras dan tidak dipengaruhi siapapun," cetusnya.

Kenapa memilih nama Susan? Ternyata 'Susan' bukan nama orang atau tokoh terkenal. Susan tersebut dipilih hanya berdasarkan pertimbangan senderhana yakni mudah diucapkan untuk semua kalangan. Baik untuk masyarakat pribumi maupun orang luar negeri. 

"Itu bukan nama istri saya. Memilih nama Susan karena mudah diucapkan dan diingat. Orang luar negeri menyebutnya juga mudah, orang Indonesia juga mudah," terangnya. Bagaimana bisnis album foto yang terbilang 'jadul' bisa bersaing di zaman digital seperti sekarang ini? Freddy mengatakan harus terus memiliki inovasi termasuk dalam bidang digital. 

Di antaranya inovasi dengan menggunakan e-marketing, merambah sistem e-commerce, online store, sehingga bisa lebih dekat dengan konsumen. Meski demikian, Susan tidak meninggalkan pendekatan personal ke para pelanggan maupun agent menjadi mitra pendukungnya sejak awal.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News