Ekonom Soroti Masalah Klasik Pemerintahan, Kapan Beres?

jpnn.com, JAKARTA - Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Agus Herta Sumarto menilai persoalan data menjadi masalah klasik yang harus segera diselesaikan oleh pemerintahan.
Menurut dia, selama ini permasalahan utama yang menjadi tantangan dalam pelaksanaan program-program pembangunan ekonomi Indonesia adalah akurasi dan validitas data riil di lapangan.
“Integrasi dan pemberlakuan data tunggal kependudukan seharusnya dilakukan sejak dulu,” kata Agus di Jakarta, Senin (19/9).
Agus menyampaikan data kependudukan, pajak, Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) seharusnya hanya satu dan terintegrasi sehingga memudahkan pemerintah dalam menyusun program bantuan sosial, pungutan pajak, dan program-program lainnya.
Program yang sudah disusun dan direncanakan dengan baik tidak akan mampu mencapai tujuan yang diharapkan jika kualitas data masih rendah.
"Sama dengan program pemulihan ekonomi dan akselerasi pertumbuhan ekonomi tidak akan tercapai jika data belum tersedia secara akurat dan valid," ungkap Agus.
Agus menyebut sama halnya dengan program bantuan sosial dan bantuan usaha produktif untuk usaha mikro tidak akan mampu menjadi penopang sektor konsumsi dan produksi jika penyaluran program tersebut tidak sesuai sasaran.
“Semua program yang disusun dan direncanakan dengan baik tidak akan berhasil secara optimal jika data yang tersedia masih terbatas dan tidak akurat, sebagaimana peribahasa klasik garbage in, garbage out,” kata pria yang juga dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mercu Buana.
Selama ini permasalahan utama yang menjadi tantangan dalam pelaksanaan program-program pembangunan ekonomi Indonesia adalah akurasi dan validitas data
- Bank Raya Bukukan Laba Bersih Rp 16,92 Miliar, Ini Penopangnya
- Al Hidayat Samsu MPR Sebut Rakyat Butuh Perlindungan Nyata di Tengah Gejolak Tarif AS
- BPS Akui Adanya Perlambatan Konsumsi Rumah Tangga
- Indonesia Investment Outlook 2025 Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan
- BPS: Ekonomi Triwulan I 2025 Tumbuh 4,87 Persen
- BigBox AI Meningkatkan Loyalitas Pelanggan lewat Layanan Purna Jual