Kamis, 19 Oktober 2017 – 12:26 WIB

Ekspor Impor Indonesia di ASEAN

Sabtu, 20 Juni 2015 – 00:46 WIB
Ekspor Impor Indonesia di ASEAN - JPNN.COM

Grafik 1. Ekspor dan Impor Indonesia tahun 2003-2013 Source: worldbank.org

Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan segera diberlakukan pada tanggal 31 Desember 2015. Dampak dari MEA adalah terciptanya pasar bebas barang dan jasa, serta tenaga kerja di negara-negara kawasan ASEAN.

Dengan diberlakukannya MEA, akan memberikan peluang bagi seluruh negara ASEAN untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi negaranya masing-masing. MEA juga menjadi tantangan bagi setiap negara untuk dapat menyelesaikan permasalahan ekonomi negaranya masing-masing, supaya tidak kalah bersaing dengan negara lainnya.

Tingkat pertumbuhan ekonomi menunjukkan kondisi perekonomian suatu negara yang dihitung berdasarkan Gross Domestic Product (GDP). Gross Domestic Product (GDP) diartikan sebagai nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan dari berbagai unit produksi di wilayah suatu negara dalam kurun waktu satu tahun.

GDP dihitung berdasarkan beberapa komponen, salah satunya adalah ekspor neto yang merupakan selisih antara ekspor dan impor. Besarnya nilai ekspor berbanding lurus dengan GDP, sedangkan besarnya nilai impor berbanding terbalik dengan GDP. Oleh karena itu, semakin besar nilai ekspor, maka nilai GDP akan semakin besar. Sedangkan semakin besar nilai impor, maka nilai GDP akan semakin kecil

Grafik 1 sesuai data World Bank, pada tahun 2003 nilai ekspor Indonesia sebesar USD 72 milyar dan impor sebesar USD 54 milyar.

Nilai ekspor-impor Indonesia hingga tahun 2008 terus meningkat dengan nilai masing-masing USD 152 milyar dan USD 147 milyar. Namun memasuki tahun 2009 neraca perdagangan Indonesia mengalami penurunan drastis walaupun masih terhitung surplus perdagangan sebesar USD 5 milyar.

Pada tahun 2009 tersebut terjadi penurunan nilai ekspor 14% dan impor 21% dari tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan krisis ekonomi global yang terjadi pada tahun 2008. Melemahnya harga komoditi dan volume perdagangan di pasar internasional berdampak pada penurunan nilai ekspor Indonesia. Krisis ekonomi tersebut juga mengakibatkan peningkatan impor ke Indonesia yang cukup tinggi tahun 2008, sehingga menyebabkan inflasi tinggi.

Pada tahun 2010 dan 2011, ekspor-impor Indonesia kembali meningkat secara signifikan. Namun pada tahun 2012-2013 kembali mengalami penurunan sebesar 4,5% dan angka impornya menjadi lebih tinggi, yang disebabkan karena terjadi penurunan harga komoditi.

SHARES
TAGS   pakar
loading...
loading...
Komentar