Ekstradisi Karadzic Makin Dekat

Ekstradisi Karadzic Makin Dekat
Radovan Karadzic. Foto: AFP
BEOGRAD – Keinginan tim pembela hukum Radovan Karadzic untuk menahan klien mereka selama mungkin di Serbia, tampaknya tidak akan terwujud. Hingga Senin (28/7), surat penolakan mereka terhadap keputusan Pengadilan Beograd untuk mengirim Karadzic ke Den Haag, Belanda, belum juga sampai.

Laporan itu membuat pengacara Karadzic, Svetozar Vujacic, cemas. Pasalnya, pemerintah Serbia berniat mengirim penjahat perang 63 tahun itu ke Pengadilan Kriminal Internasional untuk Bekas Yugoslavia (ICTY) sebelum protes akbar kelompok ultranasionalis hari ini (29/7). ”Jika sampai jam tutup kantor surat itu masih belum sampai ke tangan kami, ekstradisi akan kami lakukan,” ujar Jubir Pengadilan Beograd Ivana Ramic.

Namun, pernyataan Ramic itu tidak lantas membuat Vujaic menyerah. Di hadapan sejumlah wartawan kemarin (28/7), dia optimistis surat itu akan tiba sesuai jadwal. Surat tersebut diposkan dari Bosnia oleh saudara laki-laki Karadzic, Luka.  ”Karadzic kan warga Serbia-Bosnia. Jadi, wajar kalau surat keberatan itu dikirimkan via pos dari Bosnia,” ujarnya. Dia berharap, surat itu tiba tepat waktu, sehingga ekstradisi bisa kembali diulur.

Sementara, penyelidikan oleh aparat Serbia di apartemen dalang genosida muslim Bosnia itu mulai membuahkan hasil. ”Petugas berhasil mendapatkan salinan dokumen masa Perang Bosnia, termasuk agenda pertemuan militer selama perang berlangsung pada 1992-1995,” terang Menteri Dalam Negeri Serbia Ivica Dacic. Kini, dokumen yang bisa menjadi bukti memberatkan bagi Karadzic itu berada di pengadilan penjahat perang Serbia.

Bersamaan dengan itu, persiapan kelompok ultranasionalis menjelang protes akbar di Beograd semakin matang. Unjuk rasa untuk mencegah ekstradisi ke ICTY itu bakal melibatkan para pendukung Karadzic dari seantero Serbia dan Bosnia. Warga Beograd yang sejak penangkapan Karadzic pekan lalu selalu disuguhi aksi protes kelompok ultranasionalis pun was-was. Mereka khawatir, demo berskala besar itu diwarnai anarki. (AP/AFP/hep)
Berita Selanjutnya:
India Tegang Pasca Bom

BEOGRAD – Keinginan tim pembela hukum Radovan Karadzic untuk menahan klien mereka selama mungkin di Serbia, tampaknya tidak akan terwujud.


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News