JPNN.com

Elektabilitas AHY Naik, Demokrat: Masyarakat Butuh Sosok Pemimpin Tulus dan Cekatan

Jumat, 24 Juli 2020 – 23:40 WIB
Elektabilitas AHY Naik, Demokrat: Masyarakat Butuh Sosok Pemimpin Tulus dan Cekatan - JPNN.com
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra. Foto: Dokpri for JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Meningkatnya secara drastis elektabilitas Partai Demokrat dan AHY di survei nasional Indikator, 13-16 Juli 2020 lalu, sebenarnya sudah bisa diduga. Masyarakat saat ini sedang dalam situasi sulit, dan butuh pemimpin yang benar-benar tulus dan cekatan.

Masyarakat bosan dengan kepemimpinan penuh drama dan pencitraan. Entah marah-marah, nangis-nangis, lempar tanggung jawab sana sini, bukannya maju dan mengambil tanggung jawab.

Karena itu, melihat langkah-langkah AHY dan Partai Demokrat yang tulus dan cekatan membantu masyarakat terdampak pandemi covid-19 di seluruh pelosok nusantara, publik pun terkesima. Masyarakat sekarang butuh kepemimpinan yang tulus dan cekatan.

Demikian disampaikan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra di Jakarta, Jumat (24/7).

Menurut Herzaky, peningkatan elektabilitas secara drastis direngkuh oleh AHY dan Demokrat dalam dua bulan terakhir.

AHY di bulan Juli ini elektabilitasnya naik menjadi 6,8 persen dari sebelumnya 4,8 persen. Ada peningkatan hampir 50 persen. Sedangkan Demokrat elektabilitasnya meningkat menjadi 5,7 persen dari sebelumnya 3,6 persen. Ada peningkatan hampir 60 persen.

Sejak kepemimpinan Partai Demokrat beralih ke Agus Harimurti Yudhoyono di pertengahan Maret 2020, Partai Demokrat memang langsung tancap gas. Slogan harapan rakyat, perjuangan Demokrat, benar-benar diwujudkan.

Ada dua instruksi yang dikeluarkan AHY dalam dua bulan awal kepemimpinannya. Dari Gerakan Nasional Lawan Corona, hingga Gerakan Nasional Peduli dan Berbagi. Seluruh elemen Partai Demokrat bergerak membantu rakyat di segala lapisan, terutama yang paling terdampak pandemi covid-19 dan belum terjangkau bantuan pemerintah maupun bantuan swadaya masyarakat lainnya.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
fri