Erdem Gunduz, 'Manusia Berdiri' Penggagas Protes Sunyi ala Turki

Ingin Hindari Provokasi

Erdem Gunduz, 'Manusia Berdiri' Penggagas Protes Sunyi ala Turki
Erdem Gunduz. Foto: BBC
Hanya dalam waktu singkat, aksi damai Gunduz tersebut langsung tersebar luas melalui internet. Para pengguna Twitter menyebarluaskan berita tentang seorang pria yang mematung di depan potret Ataturk dengan tagar #Duranadam atau #standingman. Dalam bahasa Turki, duranadam berarti pria yang berdiri. Bahkan, sebagian di antaranya melampirkan foto aksi berdiri itu.

Senin petang lalu, Gunduz datang bersama beberapa temannya. Dia lantas meminta rekan-rekannya berjaga di beberapa sudut Taksim Square. Mereka bertugas menghalau massa supaya tidak mendekati pria nyentrik tersebut. Sebab, Gunduz berniat melakukan aksi damainya tersebut seorang diri. ''Kami ingin menjauhkan dia dari segala bentuk provokasi,'' kata Asma, salah seorang teman Gunduz.

Bersama beberapa temannya yang lain, Asma meminta para warga yang tertarik dengan aksi mematung Gunduz itu untuk menyingkir. ''Dia (Gunduz) harus sendirian saja di tengah tanah lapang ini. Sebab, jika ada banyak orang yang berkumpul dan mengikuti aksinya, polisi akan datang untuk membubarkan massa,'' lanjut aktivis perempuan tersebut.

Sayangnya, harapan Gunduz harus kandas di tengah jalan. Sebab, semakin banyak orang yang menonton aksi mematungnya dan bahkan menirukan aksinya di Taksim Square. Polisi pun datang. Aksi damai itu pun bubar sekitar pukul 02.00 kemarin. Padahal, menurut rencana, Gunduz berdiri di alun-alun kota terbesar Turki tersebut selama sebulan.

Setelah Ceyda Sungur, perempuan bergaun merah yang menjadi sasaran gas air mata polisi, kini muncul Erdem Gunduz. Nama koreografer muda itu menghiasi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News