Erick Thohir Sosok Cawapres yang Punya Daya Ungkit Elektabilitas Kuat bagi Capres

Erick Thohir Sosok Cawapres yang Punya Daya Ungkit Elektabilitas Kuat bagi Capres
Menteri BUMN Erick Thohir sekaligus Ketua Umum PSSI. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir dinilai sebagai figur calon wakil presiden (cawapres) yang mampu menambah daya elektabilitas capres sehingga makin memperbesar peluang kemenangan pada Pilpres 2024 mendatang. 

"Dia (Erick Thohir) jugalah yang kemungkinan akan mungkin bisa memikili daya ungkit elektabilitas," kata Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno dalam keterangan tertulis, Sabtu (12/8).

Menurutnya, sosok Erick Thohir makin banyak disukai masyarakat berkat karakteristik kepemimpinannya. Hal itu terlihat dari tingkat elektabilitas yang terus melonjak di posisi teratas. 

Bila merujuk pada hasil temuan Lembaga Survei Indonesia (LSI) periode 1-8 Juli 2023, nama Erick Thohir kokoh di posisi pertama pada simulasi tujuh nama cawapres. Angka elektabilitas Erick Thohir mencapai 21,2 persen.

Untuk itu, lanjut dia, tidak mengherankan bila Erick Thohir mampu memantik perhatian dari semua kalangan, termasuk capres unggulan. Sosok Erick dinilai mampu membawa berkah elektabilitas yang memperbesar peluang kemenangan pada pilpres mendatang. 

Dia berpandangan bahwa Erick Thohir merupakan sosok cawapres yang potensial mendapat banyak respons positif besar dari semua kalangan masyarakat, sehingga kian menjadi idaman bagi kandidat capres pilihan. 

"Karena orang pastinya akan melihat siapa yang elektabilitasnya tinggi pada posisi cawapres," ungkapnya.

Misalnya saja jika melihat pada hasil simulasi tiga pasangan capres-cawapres LSI, kehadiran Anggota Kehormatan Banser Nahdlatul Ulama (NU) itu membawa dampak positif besar. Terutama saat dipasangkan dengan capres Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Erick Thohir disebut-sebut sebagai cawapres yang memiliki daya ungkit elektabilitas yang sangat kuat bagi capres di Pilpres 2024.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News