JPNN.com

Fadel Muhammad Ungkap Masalah Bangsa Terberat Saat Ini

Jumat, 13 Desember 2019 – 09:15 WIB Fadel Muhammad Ungkap Masalah Bangsa Terberat Saat Ini - JPNN.com
Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad saat acara Sosialisasi Empat Pilar MPR kerja sama MPR dengan DPP SDGs LIRa, di Tangerang Selatan, Kamis (12/12/2019). Foto: Humas MPR RI

jpnn.com, TANGSEL - Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad mengungkapkan masalah bangsa terbesar dan terberat saat ini adalah seputar perekonomian rakyat seperti penurunan daya beli, kesulitan modal kerja dan ketidakmampuan membayar bunga pinjaman.

Menurut Fadel, permasalahan tersebut mengemuka saat bertemu dan berbincang dengan masyarakat di daerah dalam berbagai kesempatan antara lain saat Sosialisasi Empat Pilar MPR.

"Sebagai Pimpinan MPR, saya sering bertemu dengan masyarakat di berbagai daerah. Saat berkeliling dan berbincang dengan masyarakat itulah, saya menyadari bahwa masalah terbesar dan terberat bangsa ini adalah soal ekonomi rakyat. Masalah inilah yang mesti mendapat perhatian lebih kita semua terutama pemerintah," katanya.

Hal tersebut dikatakan Fadel Muhammad usai gelar acara Sosialisasi Empat Pilar MPR kerja sama MPR dengan DPP SDGs LIRa, di Tangerang Selatan, Kamis (12/12/2019). Acara ini dihadiri tokoh-tokoh masyarakat dan sekitar seratus lebih peserta masyarakat sekitar.

Fadel menegaskan masalah besar dan berat tersebut mesti dijawab pemerintah dengan sebuah kebijakan baru.

"Terkait hal tersebut, saya sendiri memiliki pemikiran yang menjadi sebuah usulan yakni kebijakan 'Limited State Intervention' (LSI) atau intervensi terbatas dari negara untuk memajukan kelompok perekonomian menengah ke bawah," imbuhnya.

Fadel menerangkan kebijakan usulannya tersebut diimplementasikan dalam bentuk antara lain, kebijakan subsidi suku bunga pinjaman untuk perekonomian rakyat menengah dan kecil, lalu kebijakan membantu mendapatkan modal kerja bagi rakyat kecil yang kesulitan.

"Saat ini, pemikiran tentang kebijakan LSI ini sedang kami bahas di MPR untuk dipersiapkan tidak hanya menjadi usulan semata, tapi mudah-mudahan bisa menjadi kebijakan pemerintah ke depan," ujarnya.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...