Fakta Baru dari Ilmuwan: Anak Muda Lebih Berisiko Terjangkiti Virus Corona

Fakta Baru dari Ilmuwan: Anak Muda Lebih Berisiko Terjangkiti Virus Corona
Ilustrasi personel Paspampres saat mengecek suhu tamu di Istana Negara, Jakarta, Selasa (3/3). Foto : Ricardo/JPNN.com

Hal itu tentunya membuat mereka tertulari penyakit yang disebut ensefalitis herpes simplex, yang dapat menyebabkan kejang pada anak-anak.

"Bisa jadi kita melihat kerentanan serupa pada beberapa individu yang mendapatkan Covid-19, dan itu membuat mereka lebih menderita akibat efek samping yang serius,” tambah Skinner.

Namun, di lain hal menujukkan bahwa jumlah virus (viral load) yang dimiliki seseorang berdampak pada seberapa kronis Covid-19 bagi penderitanya.

Semakin banyak virus yang dimiliki, semakin buruk dampak yang dihasilkan.

“Kami belum tahu apa dampak viral load pada gejala seseorang yang terinfeksi Covid-19. Untuk Covid-19, laporan awal dari China memberi kesan bahwa viral load lebih tinggi dimiliki oleh pasien dengan penyakit yang lebih parah, juga merupakan kasus untuk Sars dan influenza," kata Edward Parker peneliti dari London School of Hygiene dan Tropical Medicine.

Untuk itu, Edward menyarankan sangat penting bagi anak muda untuk menjaga kesehatan agar tidak mudah terkena virus asal Tiongkok itu.

"Jika Anda merasa kurang sehat kami sarankan agar Anda menisolasi diri agar tidak menulari orang lain," pesan Edward. (mg9/jpnn)

 

Sangat penting bagi anak muda untuk menjaga kesehatan agar tidak mudah terjangkiti virus corona.


Redaktur & Reporter : Dedi Sofian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News