JPNN.com

Filantropis Yang Menginspirasi Kedermawanan Di Indonesia

Selasa, 01 Januari 2019 – 06:00 WIB Filantropis Yang Menginspirasi Kedermawanan Di Indonesia - JPNN.com

Menyusun resolusi positif merupakan tradisi yang biasa dilakukan orang begitu memasuki tahun yang baru. Apa resolusi anda tahun ini? Bagaimana dengan lebih banyak membantu orang lain. Seperti yang banyak dilakukan masyarakat Indonesia yang diakui sebagai negara paling dermawan di dunia.

Survey internasional World Giving Index 2018 yang dirilis beberapa waktu lalu telah menempatkan Indonesia di peringkat teratas daftar negara paling dermawan sedunia, disusul Australia, Selandia Baru, Amerika, dan Irlandia.

Indeks ini mengukur tiga aspek kebaikan yang dilakukan masyarakat suatu negara, yakni membantu orang yang tidak dikenal, memberi sumbangan, dan menjadi relawan.

Jika membantu atau meringankan beban orang lain menjadi bagian dari resolusi anda tahun ini, mungkin kiprah dua sosok dermawan berikut ini bisa menjadi sumber inspirasi bagi anda untuk mengejar resolusi positif tersebut.

Jualan Pempek untuk bantu orang berobat

Filantropis Yang Menginspirasi Kedermawanan Di Indonesia Photo: Funnywati Sucipto, berjanji akan membantu orang yang tidak mampu jika mata sebelah kanannya sembuh dari pendarahan parah yang dialaminya tahun 2015 lalu. (Twitter: Funnywati Sucipto)

Mengupayakan kesembuhan pasien tidak mampu yang tak berdaya telah menjadi tekad dan janji kepada Tuhan bagi Funnywati Sucipto (45 tahun). Hal itu dia wujudkan dengan berjualan makanan khas Palembang, Pempek dan dalam kondisi nyaris kehilangan penglihatannya.

Semua berawal ketika suatu hari pada awal Juni 2015 lalu, pembuluh mata sebelah kanan Funnywati pecah dan mengakibatkan pendarahan yang menutupi seluruh bola matanya.

"Pendarahan di mata saya ketika itu sangat parah, sampai-sampai dokter yang menangani saya mengatakan hanya Tuhan yang tahu berapa persen peluang mata kamu bisa disembuhkan," tuturnya kepada jurnalis ABC Indonesia, Iffah Nur Arifah di Jakarta.

Sumber ABC Indonesia

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...