Firli Bahuri Bicara soal 75 Pegawai KPK Tak Lolos TWK, Merasa Jadi Sorotan dan Sebut Jokowi

Firli Bahuri Bicara soal 75 Pegawai KPK Tak Lolos TWK, Merasa Jadi Sorotan dan Sebut Jokowi
Ketua KPK Firli Bahuri. Foto: arsip JPNN.com/Ricardo

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menyadari pihaknya sedang menjadi sorotan berbagai kalangan. Penyebabnya ialah penonaktifan terhadap 75 KPK yang tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK).

"Semua mata, telinga terfokus kepada KPK. Kami menyadari itu," kata Firli di kantornya, Kamis (20/5).

Polisi dengan pangkat komjen itu memastikan akan memperhatikan pendapat Presiden Joko Widodo (Jokowi) tentang hasil TWK tak serta-merta dijadikan dasar pemecatan terhadap 75 pegawai KPK, termasuk Novel Baswedan.

"Kami juga sangat mengapresiasi apa yang disampaikan Pak Jokowi terkait mekanisme peralihan status pegawai KPK menjadi pegawai ASN (aparatur sipil negara, red)," ujar Firli.

Oleh karena itu, KPK berencana membenahi regulasi internal. Firli lantas menyebut Peraturan KPK Nomor 7 Tahun 2020 yang mengatur organisasi dan tata kelola (ortaka) lembaga antirasuah itu.

Firli menegaskan pengembangan organisasi KPK didasari pada tugas pokoknya, termasuk di bidang pencegahan, monitoring, dan supervisi.

Mantan Kapolda Sumatera Selatan itu mengeklaim tak pernah berpikir memecat 75 pegawai KPK yang gagal TWK dalam rangka alih status menjadi ASN. Firli memastikan proses alih status tersebut berjalan transparan sejak awal.

"Kami ingin pastikan sampai hari ini tidak pernah KPK memberhentikan, memecat, dan berpikir untuk memberhentikan dengan hormat maupun tidak hormat," kata Firli.

Ketua KPK Firli Bahuri menyadari semua pihak tengah menyoroti lembaganya terkait kebijakan penonaktifan terhadap 75 pegawainya yang tak lolos TWK.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News