Foke Diminta Nonaktifkan Walkot Jakut

Foke Diminta Nonaktifkan Walkot Jakut
Foke Diminta Nonaktifkan Walkot Jakut
JAKARTA-Kepala Dinas Satpol PP Jakarta Harianto Badjoeri telah dinonaktifkan. Ini setelah terjadi bentrok berdarah saat penertiban kawasan Makam Mbah Priok beberapa hari lalu. Namun, DPRD juga meminta agar Walikota Jakarta Utara Bambang juga Sugiyono harus dicopot. ’’Sangat tidak adil kalau Gubernur Jakarta Fauzi Bowo hanya menonaktifkan Harianto Badjoeri. Sementara Bambang Sugiyono, Walikota Jakarta Utara, tidak pernah tersentuh. Padahal sebagai pimpinan wilayah di utara, Bambang harus bisa membaca kondisi lapangan,’’ ujar Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Sayogo Hendrosubroto.

Walikota Jakarta Utara, lanjut dia, seharusnya bisa melakukan sosialisasi yang baik kepada tokoh masyarakat, ulama, dan ormas di lingkungannya. Sehingga, aksi penertiban yang dilakukan aparat Satpol PP bisa berlangsung aman tanpa bentrok fisik dan mengakibatkan tiga jiwa melayang. Untuk itu, politisi PDIP yang juga Ketua DPD PDIP Jakarta ini meminta, supaya memudahkan tim pencari fakta, jabatan Bambang Sugiyono harus dinonaktifkan.

Sementara itu, Bambang Sugiyono mengatakan, sosialisasi sudah gencar dilakukan.‘’Sosialisasi yang mana, terkait penertiban semua sudah saya lakukan,’’ ujar Bambang saat mengikuti acara mediasi antara ahli waris, Pelindo II, dan Pemprov DKI Jakarta di Balai Kota beberapa hari lalu.

Terkait insiden berdarah saat penertiban makam Mbah Priok, Wali Kota Jakarta Utara Bambang Sugiyono menyatakan siap mundur. Pernyataan itu disampaikan Bambang saat bertemu dengan sejumlah organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan di kantor Wali Kota Jakarta Utara. ’’Kalau atasan mencopot saya dari posisi Wali Kota, saya ikhlas. Sebab, jabatan adalah amanah dari Allah,’’ kata dia.

JAKARTA-Kepala Dinas Satpol PP Jakarta Harianto Badjoeri telah dinonaktifkan. Ini setelah terjadi bentrok berdarah saat penertiban kawasan Makam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News