Foke Ingatkan Air Tanah Jakarta Tercemar Bakteri E-Coli

Foke Ingatkan Air Tanah Jakarta Tercemar Bakteri E-Coli
Foke Ingatkan Air Tanah Jakarta Tercemar Bakteri E-Coli
KRISIS lingkungan yang dialami Jakarta sudah sangat memprihatinkan. Utamanya terkait pencemaran air tanah. Bagaimana tidak, berdasarkan data Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI, hampir 90 persen air tanah di ibu kota mengandung bakteri E Coli.

Hal tersebut dikarenakan baru tiga persen warga Jakarta yang dilayani Intalansi Pengelolaan Air Limbah (IPAL), sedangkan 97 persen lainnya masih menggunakan septic tank yang mengakibatkan air tanah menjadi tercemar air limbah.

“Pencemaran air tanah di Jakarta sudah memprihatinkan. Untuk itu pengolahan air limbah merupakan hal yang sangat mendesak kami lakukan dalam waktu dekat ini, untuk menyelamatkan air tanah dan menciptakan lingkungan sehat di DKI Jakarta,” kata Fauzi Bowo, Gubernur DKI Jakarta, kemarin (7/6).

Fauzi menjelaskan, pengelolaan air limbah baru terpusat di Setibabudi, Jakarta Selatan. Tiga kecamatan yang sudah terlayani, yakni Kecamatan Setiabudi, Kecamatan Tebet, dan Kecamatan Tanahabang. Untuk itu, pemprov terus memberikan perhatian khusus terhadap pengolahan air limbah di Jakarta. Saat ini, Pemprov DKI dan Departemen Pekerjaan Umum akan membangun instalasi pengolahan air limbah terpadu (IPALT) di kawasan utara. Pemprov DKI dan pemerintah pusat akan membuat masterplan IPALT yang akan dirancang dalam periode 2010-2011.

KRISIS lingkungan yang dialami Jakarta sudah sangat memprihatinkan. Utamanya terkait pencemaran air tanah. Bagaimana tidak, berdasarkan data Badan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News