JPNN.com

FPKS: 2019, Semoga Lahir Harapan Baru bagi Indonesia

Rabu, 02 Januari 2019 – 11:47 WIB FPKS: 2019, Semoga Lahir Harapan Baru bagi Indonesia - JPNN.com
Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini. FOTO: Dok. FPKS DPR

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini mengucapkan selamat tahun baru 2019 kepada seluruh warga masyarakat.

“Atas nama Pimpinan dan Anggota Fraksi PKS saya ucapkan selamat tahun baru 2019. Semoga lahir fajar harapan baru untuk Indonesia yang makin adil dan sejahtera,” kata Jazuli dalam siaran persnya, Rabu (2/1/2019).

Fraksi PKS mengajak seluruh masyarakat memanfaatkan momentum pergantian tahun untuk melakukan refleksi dan evaluasi untuk perbaikan diri dan bangsa ini ke depan.

“Pada level pribadi tentu setiap kita ingin ada peningkatan kualitas diri baik lahiriah maupun spiritual. Pada level negara kita dapat mengevaluasi atau mengkritisi kinerja pemerintahan dan berharap agar ada perbaikan dalam berbagai sektor terutama yang menyangkut hajat hidup rakyat banyak," ungkapnya.

Fraksi PKS DPR mencatat kondisi perekonomian sepanjang 2018 hingga tutup tahun--bahkan selama empat tahun ini--stagnan di angka 5,0 persen. Itupun masih ditopang sektor konsumsi rumah tangga yang dominan.

Selain itu, sumbangan terbesar masih di sektor non-treadable yang sedikit menyerap tenaga kerja seperti informasi, transportasi dan konstruksi. Sementara sektor treadable good seperti pertanian dan insdustri yang banyak menyerap tenaga kerja hanya tumbuh 3,14 persen dan 4,50 persen.

APBN kita belum cukup sehat. Keseimbangan primer masih negatif. Beban hutang kita besar dan memberatkan keuangan negara. Pun untuk membayar bunga hutang kita harus gunakan hutang. Istilahnya gali lubang tutup lubang. Beratnya perekonomian ini berkelindan dengan tingginya angka pengangguran. Dus, angka kemiskinan juga tidak bergeser jauh. Janji Presiden membuka 10 juta lapangan kerja baru nyatanya jauh dari tercapai.

Kondisi pertanian kita justru semakin miris, selama 4 tahun terjadi penyusutan lahan dari 7,7 juta hektar menjadi hanya 7,1 juta hektar yang beralih fungsi. Tiap tahun berkurang rerata 150 ribu-200 ribu hektar. Jika tidak diantisipasi maka 38 tahun lagi lahan pertanian kita akan habis. Akibat penyusutan lahan ini, tiap tahun produksi beras berkurang 3 juta ton.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
fri