Gadis Kecil di Temanggung Tewas Mengenaskan, Jadi Korban Ritual Mengusir Genderuwo

Gadis Kecil di Temanggung Tewas Mengenaskan, Jadi Korban Ritual Mengusir Genderuwo
Anggota Polsek Bejen menunjukkan TKP penemuan mayat bocah tujuh tahun. Foto: LUQMAN SULISTIYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG

“Dia (Marsidi) mengatakan kalau ALH tidak mau diajak pulang, dan berada di rumah kakeknya. Awalnya, saya tidak curiga dengan kakak saya,” kata Maryanto, paman korban, yang juga adik Marsidi.

Maryanto bersama Suratini, lantas ke rumah kakek ALH, dan mendapatkan fakta bahwa korban tak ada di rumah kakeknya.

Merasa janggal, Sutarno, kakek korban, langsung menuju ke rumah Marsidi, anaknya, untuk menanyakan keberadaan cucunya.

Seperti diceritakan Maryanto, saat itu sang kakek sempat mendesak Marsidi untuk menunjukkan di mana keberadaan cucunya.

Dengan santai, orang tua korban langsung menunjukkan keberadaan ALH di kamar.

Saat sang kakek membuka pintu kamar, ternyata cucunya sudah meninggal. Badan ALH mengecil. Sutarno kaget bukan kepalang.

Kejadian itu langsung dilaporkan kepada perangkat desa setempat, dan diteruskan ke Polsek Bejen.

Polisi langsung datang ke lokasi kejadian dan mengamankan orang tua korban, Marsidi dan Suwartinah untuk dimintai keterangan.

Orang tua dari gadis cilik di Temanggung itu mengaku sedang menjalani ritual menyembuhkan putrinya yang dari gangguan genderuwo.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News