Gagal Jadi Kartunis, Kepsek Eko Jatmiko Sukses di Bidang Pendidikan 

Gagal Jadi Kartunis, Kepsek Eko Jatmiko Sukses di Bidang Pendidikan 
Eko Jatmiko, kepala SD Negeri 1 Bringkeng, Kabupaten Cilacap sebenarnya bercita-cita menjadi pembuat kartun. Namun, ilmunya kini bermaat untuk bidang pendidikan. Foto dok. Tanoto Foundation

jpnn.com, JAKARTA - Tanoto Foundation dan Pemprov Jawa Tengah berkolaborasi melalui program Jateng PINTAR yang salah satu tujuannya menata sistem pengelolaan pendidikan yang sehat.

Salah satu tenaga pendidik yang menjadi bagian dalam program tersebut ialah Kepala SD Negeri 1 Bringkeng, Kabupaten Cilacap Eko Jatmiko.

Eko merupakan sarjana pendidikan Guru Sekolah Dasar dari Universitas Terbuka dan lulusan S1 Teknik Komputer dari Akademi Manajemen dan Ilmu Komputer (AMIKOM) Yogyakarta.

Dengan dua bidang ilmu yang dimiliki, Eko punya metode unik dalam membantu kegiatan pembelajaran, terutama saat pembelajaran jarak jauh (PJJ). Ilmu komputer yang dimilikinya sangat membantu kegiatan pembelajaran di era sekarang.

"Sebenarnya cita-cita saya menjadi pembuat kartun (kartunis, red), tetapi tidak kesampaian," kata Eko Jatmiko kepada media di Jakarta, Selasa (16/8).

Namun, ilmu itu kini dia gunakan untuk mengelola PJJ selama pandemi. Apa yang dilakukan Eko merupakan metode yang tidak banyak dilakukan para guru, terutama di Jateng.

Terlebih saat ini masih jarang guru dengan latar belakang ilmu teknologi (IT) yang mengajar di SD. Eko pun merasa beruntung diberi kesempatan untuk mengaplikasikan ilmunya di sekolah.

Baginya, berani keluar zona nyaman merupakan hal yang harus dilakukan seorang guru untuk terus berkembang. Terkait dengan hal ini, dia mengungkapkan bahwa program PINTAR yang dijalankan Tanoto Foundation telah menyadarkan Eko untuk terus belajar dan tidak berpuas diri.

Kepala SD Negeri 1 Bringkeng, Cilacap Eko Jatmiko yang bercita-cita menjadi pembuat kartun memanfaatkan ilmunya untuk bidang pendidikan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News