Gajah Obrak-abrik Kebun dan Rumah, Warga Masih Trauma

Gajah Obrak-abrik Kebun dan Rumah, Warga Masih Trauma
Arsip - Warga menunjukkan tanaman kelapa sawit yang dirusak kawanan gajah liar di Desa Seumantok, Pante Ceureumen, Aceh Barat, Aceh, Senin (24/8/2020). (Antara Aceh/Syifa Yulinnas)

jpnn.com, SUKA MAKMUE - Seekor gajah mengobrak-abrik sejumlah kebun milik masyarakat di Desa Tuwi Meuleusong, Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, Ahad (24) mulai tengah malam hingga dini hari.

Selain mengobrak-abrik kebun, gajah itu juga merusak satu unit rumah warga transmigrasi lokal (translok) di Desa Ketubung Tunong, Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya.

Kepala Desa Tuwi Meuleusong Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya Aceh Arfandi mengatakan saat ini sebagian masyarakat yang bermukim di kedua desa tersebut masih ketakutan karena masih trauma dengan amukan gajah yang terjadi permukiman masyarakat setempat.

“Alhamdulillah tidak ada warga yang menjadi korban jiwa dalam musibah ini,” kata Arfandi di Suka Makmue, Ahad (24/1).

Ia mengatakan selama ini konflik yang terjadi antara masyarakat dan gajah liar di daerah tersebut telah meresahkan masyarakat di Kabupaten Nagan Raya, Aceh.

Menurutnya, serangan gajah tersebut telah menyebabkan kerugian di kalangan masyarakat karena tanaman pertanian seperti padi dan aneka palawija yang ditanami petani turut rusak.

“Kami berharap gangguan gajah di Kabupaten Nagan Raya ini segera diatasi pihak terkait, sehingga tidak menimbulkan keresahan bagi masyarakat secara terus-menerus,” harap Arfandi. (antara/jpnn)

 

Sebagian masyarakat masih trauma karena amukan gajah. Amukan gajah juga menyebabkan kerugian bagi petani dan warga.


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News