Ganjar Minta Disdik Cari Solusi untuk Persoalan Zonasi di PPDB Jateng
"Nantinya, setiap calon siswa yang berada di lingkungan satu RW dengan sekolah, maka otomatis akan diterima karena jaraknya pasti dekat dengan sekolah," terang Ganjar.
Selain persoalan zonasi, ada pula persoalan beberapa kecamatan di Jateng yang belum memiliki fasilitas sekolah negeri.
Setidaknya lanjut dia, ada 17 kecamatan di berbagai daerah di Jawa Tengah yang tidak memiliki fasilitas SMA/SMK atau SLB negeri.
Ganjar pun mengusulkan adanya solusi khusus yakni membuka kelas jarak jauh di daerah-daerah itu atau membangunkan sekolah baru.
Dia meminta Dinas Pendidikan segera menghitung kemungkinan penerapan sekolah jarak jauh.
Sambil menyiapkan itu, Ganjar juga meminta Disdik mulai memetakan daerah mana yang bisa dibangun sekolah baru.
"Sekolah jarak jauh ini yang bisa segera direalisasikan, bisa menggunakan fasilitas SMP di daerah itu. Pemprov siap membiayai. Tinggal saya minta Dinas Pendidikan segera membicarakan hal ini dengan Bupati/Wali Kota terkait pemanfaatan fasilitas SMP di sana," terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng, Jumeri mengatakan, bahwa terkait zonasi memang sudah dipecahkan.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyoroti masalah zonasi dalam PPDB Jateng yang dikeluhkan orang tua.
- Video Call Warga di Pedalaman Nagekeo, Ganjar Titip Bantuan untuk Korban Gempa Flores
- Gempa Susulan Guncang Flores Saat Ganjar Bersama Pengungsi Manggarai Timur, Takbir!
- Agustusan di Manggarai, Ganjar Pranowo Rayakan HUT RI Bersama Pengungsi Korban Gempa
- Kunjungi Flores, Ganjar Langsung Temui Pengungsi Gempa di Manggarai Barat Malam-Malam
- Soal Usul Pilkada Versi PKB, Ganjar PDIP: Sebaiknya Segera Dibentuk Pansus
- Kaesang Mau Jadi Caleg di Dapil Puan, Ganjar Yakini Jateng Tetap Kandang Banteng
JPNN.com




