Ganjar Pranowo Minta Desa Tangguh Bencana Harus Memiliki Kearifan Lokal

Ganjar Pranowo Minta Desa Tangguh Bencana Harus Memiliki Kearifan Lokal
Gubernur Ganjar Pranowo saat menghadiri acara puncak peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2022 di Taman Ledok Sari (Talesa) Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Selasa (26/4). Foto: IG @ganjarpranowo

Selanjut tentang data sains yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan. Data sains ini harus diinformasikan secara terus-menerus sehingga masyarakat dapat siaga dan cepat merespons seandainya terjadi bencana.

"Info BMKG menjadi penting untuk harian sebagai data sains untuk kita ambil keputusan. Tapi sisi lain tadi kepala BNPB juga sudah memerintahkan kita, masyarakatnya latihan. Latihan ini yang melatih respons kita terhadap bencana bisa cepat," ungkap Ganjar.

Konsep desa tangguh bencana tersebut ternyata juga mendapat dukungan dari Kedutaan Besar Australia.

Kedubes mendukung dengan kerja sama terkait ketahanan yang sifatnya lokal. Kepala BNPB Letjen Suharyanto juga berpendapat pembangunan sadar bencana perlu kolaborasi pentahelik di segala lini.

Kekuatan lain aadalah modal sosial berbasis kebudayaan lokal berupa kesetiakawanan, gotong royong, dan tolong menolong.

"Itu menarik karena persis dengan apa yang kita dapatkan dan kita rasakan," kata Ganjar.

Ide lain yang menurut Ganjar brilian dalam membangun kesiapsiagaan bencana adalah praktik desa kembar tangguh bencana di Kabupaten Magelang.

Program tersebut saat ini sedang coba direplikasi di tempat-tempat lain. Tujuannya agar masyarakat sudah tahu apa yang harus dilakukan seandainya terjadi bencana.

Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan latihan atau simulasi kebencanaan juga harus dilakukan untuk menguatkan respons masyarakat apabila terjadi bencana.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News