Gareth Bale Marah

Gareth Bale Marah
Drama Gareth Bale di markas Levante. Foto: diambil dari Marca

jpnn.com, VALENCIA - Tak ada wajah semringah bersukacita dari raut Gareth Bale usai mencetak gol kedua Real Madrid, penentu kemenangan atas Levante, Senin (25/2) dini hari WIB.

Winger asal Wales berusia 29 tahun itu mencetak gol dari sepakan penalti yang membuat skor menjadi 2-1 buat tim tamu, bertahan hingga akhir laga.

Bale dipercaya menjadi algojo penalti karena tidak ada Sergio Ramos (absen) dan Karim Benzema (diganti) di dalam lapangan. Bale mengeksekusinya dengan meyakinkan. Namun, drama setelah penalti itu yang menjadi sorotan, bahkan melebihi berita kemenangan Real sendiri.

Pemain yang dibeli El Real dari Tottenham Hotspur pada 2013 itu pasang wajah dingin. Lucas Vazquez yang berusaha mengejar dan memeluk Bale untuk selebrasi malah didorong. Bale menghindar. Tak semua tangan rekan-rekan satu timnya yang meminta apresiasi dia respons. Gareth Bale marah.

Salah seorang teman baiknya di ruang ganti, Luka Modric akhirnya berhasil membuat Bale tenang. Modric berhasil memeluk Bale. "Dia mencetak gol, memberi timnya kemenangan. Dia punya hak merayakan golnya seperti apa," ujar pelatih Real Madrid Santiago Solari mengomentari insiden tersebut.

Wajar Bale marah. Di saat kondisinya fit, dia bukan pilihan utama Solari. Bale kalah saing ketimbang Lucas dan Vinicius Junior.

Lucas Vazquez yang berusaha mengejar dan memeluk Gareth Bale untuk selebrasi malah didorong.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News