Garis Finis

Oleh Dahlan Iskan

Garis Finis
Dahlan Iskan. Foto: Ricardo/JPNN.com

Pilihannya dua: didahului atau mendahului.

Semangat 'didahului atau mendahului' itulah yang membuat harga-harga saham naik begitu fantastis.

Mereka sebenarnya tahu riil energi mereka sedang dan sudah terkuras. Namun semangat 'mendahului atau didahului' itu mengalahkan penurunan energi.

Para pemilik uang pun paling bersemangat mencapai garis finis itu –kalau bisa menjadi yang pertama. Setidaknya di kelompok yang finis duluan.

Apakah mereka benar-benar bisa segera mencapai garis finis?

Tentu. Ancamannya hanya satu: kalau garis finis itu tiba-tiba diubah ke tempat yang lebih jauh.

Namun, garis finis SWF kelihatannya tidak akan bisa dimundurkan. Pemerintah terus melangkah menuju realisasi.

Beberapa PP (peraturan pemerintah) sudah diterbitkan minggu lalu. Saya akan menuliskannya secara khusus besok atau lusa. Daripada menulis soal Trump melulu –kata pembaca Disway.(disway.id)

Optimisme ternyata mengalahkan kenyataan. Para pemilik uang begitu yakin heboh-heboh apa pun akan bisa ditangani. Uang punya 'agama' sendiri.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News