Gatot Nurmantyo Sedang Coba Playing Victim tetapi Idenya Kurang Kreatif

Gatot Nurmantyo Sedang Coba Playing Victim tetapi Idenya Kurang Kreatif
Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo. Foto: YouTube/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menilai mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo tengah memainkan politik playing victim.

Terutama, ketika Gatot mengaku dipecat dari posisi panglima karena menyarankan prajurit TNI menonton film G30S PKI.

"Jika benar pernyataan Gatot Nurmantyo yang mengatakan dia diberhentikan menjadi panglima karena memutar film G30S PKI, patut diduga, Gatot sedang memainkan gaya politik playing victim," ujar Karyono saat dihubungi jpnn.com, Jumat (24/9).

Namun, Karyono enggan berandai-andai tujuan Gatot memainkan politik playing victim. Permainan itu, kata Karyono, hanya menggambarkan Gatot ialah pihak yang dianiaya pemerintah.

"Intinya, dia tengah membangun opini publik seolah menjadi pihak yang teraniaya," beber dia.

Di sisi lain, ujar Karyono, pernyataan Gatot yang meminta penayangan kembali film G30S PKI, ialah strategi propaganda. 

Strategi itu yang dijadikan jualan untuk mendapatkan keuntungan dan manfaat politik. Dengan propaganda ini diharapkan dapat membangun empati dan simpati.

"Gaya politik Gatot yang getol menggunakan narasi komunis dan PKI mirip gaya politik orde baru yang gemar jualan isu komunis atau PKI," beber dia.

Gatot Nurmantyo berusaha membuat kesan pada publik bahwa dirinya korban alias playing victim.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News