Gelar Seabrek Acara, FPI Cs Tak Mau Organisasi Terlarang PKI Terlupakan

Gelar Seabrek Acara, FPI Cs Tak Mau Organisasi Terlarang PKI Terlupakan
Logo palu arit, lambang PKI. Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Menjelang peringatan gerkaan 30 September (G30S) 1965 Persatuan Alumni 212 (PA 212), Front Persaudaraan Islam (FPI), dan Gerakan Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) menyerukan anggotanya menonton film tentang peristiwa tersebut.

Seruan itu bertajuk Kampanye Menolak Lupa Insiden G30S PKI dengan tema Komunis Itu Nyata, Tolak Karena Kita Pancasila.

Adapum imbauan itu disampaikan melalui seruan bersama tiga organisasi tersebut.

"Mengajak keluarga dan sahabat untuk menonton film kekejaman G30S 1965 dengan tetap menjaga protokol kesehatan," tulis seruan yang dikirimkan oleh Ketua Umum PA 212 Slamet Ma'arif, Jumat (17/9).

Tak hanya itu, dalam surat tersebut Slamet juga mengimbau anggotanya mengadakan diskusi, talk show, simposium virtual, hingga napak tilas dengan menghadirkan pelaku dan saksi sejarah peristiwa pemberontakan PKI di daerah.

Lalu, tiga organisasi itu juga meminta masyarakat mengibarkan bendera Merah Putih setengah tiang untuk menghormati jasa pahlawan revolusi.

"Jihad melalui media sosial dan media online," tutur Slamet.

Dalam surat itu dijelaskan bahwa tujuan mengeluarkan seruan itu agar masyarakat tidak lupa atas peristiwa pemberontakan G30S.

Menjelang peringatan gerkaan 30 September (G30S)1965 Persatuan Alumni 212 (PA 212), Front Persaudaraan Islam (FPI), dan Gerakan Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) menyerukan  anggotanya menonton film tentang peristiwa tersebut