Geliat Lokananta, Studio Musik Pertama Indonesia, untuk Bertahan Hidup

Andalkan Kapur Barus-Kopi untuk Lindungi Piringan Hitam

Geliat Lokananta, Studio Musik Pertama Indonesia, untuk Bertahan Hidup
Foto: JPPhoto
Kehadiran sejumlah musisi dan band top tanah air untuk rekaman cukup membantu Lokananta bernapas. Untuk menambah dana, lahan kosong pun dimanfaatkan buat lapangan futsal.  

 

 PANJI DWI ANGGARA, Solo

 

SIAPA saja yang memasuki studio musik Lokananta di kawasan Jalan Ahmad Yani, Solo, Jawa Tengah, siap-siap saja untuk dilempar ke masa lampau. Betapa tidak. Di depannya terbentang jalan raya yang nyaris tak pernah sepi dari lalu lalang kendaraan. Belum lagi hotel berbintang yang ramai oleh tamu.

 

Sebaliknya, di dalam studio berumur 56 tahun yang berada di bawah Perum Percetakan Negara RI (PNRI) itu yang dominan adalah kondisi sunyi, kesan tua, dan bahkan bagi sebagian orang suasananya cukup menyeramkan.

Kehadiran sejumlah musisi dan band top tanah air untuk rekaman cukup membantu Lokananta bernapas. Untuk menambah dana, lahan kosong pun dimanfaatkan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News