Gemar Bikin Hoaks, Tanda Gangguan Mental?

Gemar Bikin Hoaks, Tanda Gangguan Mental?
Hoaks. Ilustrasi: Ardissa Barack/JPNN.com

Meski bukan bertujuan untuk mendapat keuntungan, tetapi pengidap mythomania akan selalu merasa senang terhadap segala kebohongan yang telah ia buat. Beberapa tanda khas dari mythomania adalah mereka menceritakan suatu hal yang terdengar sangat nyata, tidak berlebihan seperti skizofrenia, dan cerita yang dibuat oleh mereka bersifat stabil (tidak berubah-ubah).

Selain itu, menurut dr. Resthie Rachmanta Putri dari KlikDokter, penderita gangguan mental mythomania juga memiliki hubungan yang tidak baik dengan keluarga, kekasih, ataupun temannya sendiri karena terlalu sering “mengarang cerita.”

Histrionik

Ketika kebohongan yang tadinya tidak memiliki tujuan berubah menjadi sesuatu yang bertujuan untuk mencari perhatian, berarti hal tersebut sudah dipengaruhi oleh perilaku histrionik.

Penderita histrionik cenderung membutuhkan pengakuan dari orang lain sebagai tolok ukur untuk menilai dirinya sendiri. Akibatnya, orang tersebut menjadi “haus” perhatian. Ia pun cenderung bertindak tanpa berpikir terlebih dahulu. Alasannya adalah karena orang tersebut memiliki gangguan histrionik yang kebingungan terhadap citra dirinya sendiri sehingga butuh perhatian dari banyak orang.

Sekarang sudah jelas bahwa pembuat berita hoaks identik dengan seseorang yang memiliki gangguan jiwa. Jika Anda mengenal seseorang yang gemar membuat sebuah kebohongan tanpa sebab yang jelas atau suka bikin sensasi, lebih baik dipahami saja atau ajak berkonsultasi ke psikolog atau psikiater. Apabila orang tersebut justru tersinggung dan bertindak semakin parah, cukuplah menjadi pribadi yang tidak ikut terpengaruh dengan segala perbuatannya.(NB/RVS/klikdokter)


Kemajuan teknologi bernama internet turut andil membantu penyebaran berita bohong seperti itu.


Redaktur & Reporter : Yessy

Sumber KLikdokter

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News