Genjot Panen Petani Lebak, Ditjen PSP Kementan Agresif Bangun Embung

Genjot Panen Petani Lebak, Ditjen PSP Kementan Agresif Bangun Embung
Dirjen PSP Sarwo Edhy (batik cokelat). Foto: Humas Kementan

Menurut Dirjen PSP Sarwo Edhy selain membangun embung, untuk meningkatkan kesejahteraan petani di kabupaten Lebak, Dirjen PSP melalui program yang sama telah dan sedang  melakukan kegiatan berupa konservasi lahan seluas 325 ha, mengoptimasi lahan seluas 75 ha, pembuatan Dam Parit, instalasi perpompaan, pembuatan sumur resapan, dan banyak lagi. 

Proyek ini juga mendukung pilihan mata pencaharian bagi para petani yang mencakup penyediaan ternak (sumber pupuk organik), peralatan pertanian, benih dan bibit dari berbagai varietas hasil panen tinggi dan lain -lain untuk memastikan keberlanjutan investasi terasering.

 

Dengan dibangunnya embung berkapasitas 750m kubik air di kecamatan Cipanas ini diharapkan petani yang sebelumnya hanya panen sekali dalam setahun maka bisa menjadi dua kali atau tiga kali panen.

"Selain di kecamatan Cipanas, kita ada 14 embung lagi yang tersebar di sejumlah kecamatan lainnya. Jadi total ada 15 embung yang kita bangun di kabupaten Lebak ini. Dengan ini kami berharap petani bisa memanen 2 sampai 3 kali hasil pertanian mereka dalam satu tahun," ujar Sarwo Edhy di sela-sela kunjungan kerjanya meninjau pembangunan embung di desa Haurgajruk kecamatan Cipanas, Lebak, Rabu (14/8/2019).

Selama ini, Kabupaten Lebak masuk daerah penghasil pangan dan menyumbangkan hasil pertaniannya untuk kebutuhan nasional. Sebab produksi pangan di sini juga dipasok ke Jakarta, Tangerang, Bogor, Sukabumi hingga Lampung. Untuk itu pemerintah sangat peduli dan mendukung swasembada pangan di wilayah tersebut.

"Kami berharap proyek ini akan meningkatkan pendapatan petani melalui penerapan pertanian yang lebih baik," ujar Sarwo Edhy.

"Proyek konservasi lahan juga diharapkan menyelamatkan lahan kritis dengan menanamkan tanaman konservasi produktif," tambah Sarwo Edhy.

Lahan pertanian tak bisa lepas dari ketersediaan air. Namun mengelola air untuk pertanian tak semudah yang dibayangkan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News