Gerbong, Suksesi & Rekonsiliasi

Gerbong, Suksesi & Rekonsiliasi
Gerbong, Suksesi & Rekonsiliasi
TIDAK karena ayam jantan lupa berkokok menjelang Subuh, lalu sholat wajib itu ditunda. Idemdito dengan Presiden RI. Kendatipun Susilo "SBY" Bambang Yudhoyono atas nama konstitusi tak mungkin lagi mencalonkan diri sebagai presiden untuk ketiga kalinya pada 2014, tapi seyogyanya sudah disongsong oleh sistem regenerasi patah tumbuh hilang berganti.

Suksesi alamiah itu yang belum direkayasa selama ini. Soekarno dan Soeharto jatuh karena tragedi, bahkan tidak melalui sistem pemilu dan pemilihan presiden (pilpres). Namun cara-cara yang konstitusional melalui pilpres, dalam pengalaman 2004 dan 2009 terkesan hanya sekadar tersedianya sebuah gelanggang demokratis. Siapa suka, silakan maju.

Tidak bisakah suksesi itu dipersiapkan justru di awal masa jabatan SBY yang kedua kalinya pada 2009 ini? Persiapan setahun atau dua tahun menjelang pilpres terasa terlalu singkat, dan bahkan sedikit banyaknya rada mengganggu intensitas jalannya pemerintahan, baik di eksekutif dan legislatif. Maklum, sudah mulai "demam" pemilu plus pilpres.

Dipersiapkan di awal, bukan berarti sudah "main politik-politikan" sehingga tak sempat membangun Indonesia tersayang ini. Justru dengan jalannya "pembangunan" (jangan alergi dong, dengan istilah Orde Baru) itulah yang merupakan persiapan bagi suksesi seorang presiden.

TIDAK karena ayam jantan lupa berkokok menjelang Subuh, lalu sholat wajib itu ditunda. Idemdito dengan Presiden RI. Kendatipun Susilo "SBY"

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News