Gerhana Bulan Kali Ini Cukup Unik

Gerhana Bulan Kali Ini Cukup Unik
Kubah Masjid Al Azhar, Jakarta saat gerhana bulan beberapa waktu lalu. Foto: Ricardo/JPNN.com

Saat bulan purnama, matahari dan bulan akan berada dalam satu garis lurus sedemikian rupa sehingga cahaya matahari dapat menerangi permukaan bulan secara maksimal, maka Bulan tampak bulat sempurna dipandang dari Bumi.

Andi menuturkan kedudukan membentuk garis lurus seperti itu dikenal dengan istilah oposisi (solar) atau istiqbal. Matahari dan Bulan membentuk sudut 180 derajat satu sama lain dalam peredarannya.

Saat kedua benda langit tersebut tepat membentuk sudut 180 derajat di Hari Waisak dikenal sebagai "Deti-detik Waisak.

Dengan kata lain, Detik-detik Waisak puncak bulan purnama pada Bulan Waisaka menurut penanggalan India yang didasari oleh peredaran Bulan. Keputusan merayakan Trisuci itu diatur dalam Konferensi World Fellowship of Budhists (WFB).

Menyambut fenomena langka tersebut, Lapan akan mengadakan pengamatan serentak gerhana bulan total dari sembilan lokasi Lapan di seluruh Indonesia.

Pengamatan itu juga dapat disaksikan melalui kanal YouTube LAPAN RI dan juga kanal YouTube masing-masing balai dan stasiun LAPAN untuk pengamatan di daerah. (antara/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!

Puncak gerhana bulan terjadi pada pukul 18.18.43 WIB atau 19.43.18 WITA atau 20.43.18 WIT, Rabu (26/5).


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News