Rabu, 24 Oktober 2018 – 08:44 WIB

Gerindra: Jokowi Pemimpin Bermutu Rendah

Minggu, 14 Oktober 2018 – 03:47 WIB
Gerindra: Jokowi Pemimpin Bermutu Rendah - JPNN.COM

Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Gerindra Heri Gunawan. Foto: Biro Pemberitaan DPR

jpnn.com - Presiden Joko Widodo menuai banyak pujian karena pidatonya di forum IMF-World Bank di Bali yang mengangkat analogi 'Game of Throne' sebagai refleksi atas perang dagang negara-negara besar.

Namun menurut Anggota Komisi XI DPR Heri Gunawan, jika disimak, pidato presiden yang beken disapa dengan panggilan Jokowi, justru menunjukan sikap suatu negara yang tak memiliki kepercayaan diri.

"Ada dua hal yang dapat menjelaskan hal tersebut," kata Heri dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (13/10).

Pertama, katanya, alih-alih optimisme, sebenarnya pidato Jokowi di forum IMF menyiratkan kecemasan yang akut atas situasi ekonomi global. Sekaligus menunjukan Indonesia tak percaya diri dengan jalan kebijakan ekonominya.

"Meskipun pemerintah sempat menampilkan drama 'rupiah baik-baik saja', tapi drama tersebut terpaksa dihentikan. Karena memang kenyataan di mana rupiah semakin terdepresiasi, tidak dapat ditutup-tutupi lagi. Sehingga, pidato presiden tersebut cermin dari mental pemimpin yang inferior atau bermutu rendah," ujar anggota komisi yang membidangi keuangan dan perbankan.

Politisi Partai Gerindra ini memandang, karena kepercayaan diri pemerintah terus terkikis, akhirnya hal ini tercermin dalam pidato di forum IMF yang meminta agar negara-negara besar paham dan mengerti terhadap situasi yang dihadapi negara-negara berkembang.

Kedua, kata Heri, semestinya karena Indonesia menjadi tuan rumah, kritik terhadap IMF yang pernah disampaikan Jokowi pada 2015, dapat disampaikan langsung dalam forum tersebut. Isu ketidakadilan global, ketimpangan, serta kritikannya atas dominasi negara-negara besar dalam arsitek keuangan global, mestinya kembali disuarakan.

"Indonesia dapat menjadikan forum itu untuk mendorong agenda reformasi peran IMF dan WB yang semakin tidak relevan di era baru ini. Juga mendorong agar emerging markets diberikan porsi yang lebih luas dan strategis dalam organisasi IMF dan WB," tutur legislator asal Jawa Barat ini.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar