Gila dan Mabuk

Oleh Dahlan Iskan

 Gila dan Mabuk
Dahlan Iskan.

Bahkan Trump menambah lagi dengan sanksi baru. Bulan lalu.

Menyerahlah ke Trump. Ternyata itu maksudnya. Atau akan terus digencet.

Sampai minggu lalu Iran belum juga memberi tanda-tanda menelepon Trump. Karena itu pesawat pembom Amerika dikirim ke Bahrain. Nongkrong di situ. Di seberang halaman depan Iran.

Kapal induk Amerika juga mendekat ke Selat Hormuz. Yang memisahkan Iran dengan negara-negara Arab. Yang menjadi andalan lalu lintas kapal bermuatan minyak dan gas.

Kini tiga sektor dunia tegang: Selat Hormuz, Teluk Korea dan Selat Taiwan. Tiga-tiganya melibatkan angkatan perang Amerika.

Namun yang paling dag-dig-dug rasanya Boeing. Yang baru terpukul oleh dampak bisnis jatuhnya Boeing 373-800MAX.

Tit-for-tat yang akan dilakukan Tiongkok bisa jadi tidak hanya menyangkut kedelai, teapi juga pembatalan pembelian 100 pesawat Boeing. Yang itu saja sudah bernilai Rp 150 triliun.

Masih harus kita tunggu: adakah jurus panda mabuk akan muncul dari Beijing.

Tumben. Kali ini Tiongkok tidak segera melakukan tit-for-tat. Pembalasan setimpal itu. Tidak seperti dua kejadian tahun lalu. Setiap kali Presiden Donald Trump menaikkan tarif bea masuk, Tiongkok langsung membalas.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News