Green Street Itu Bernama Ryomyom

Oleh Dahlan Iskan

Green Street Itu Bernama Ryomyom
Dahlan Iskan.

Proyek Ryomyom adalah lompatan kasat mata ketidaksabaran pemimpin muda Korea Utara: untuk maju. Saya tidak bisa membayangkan: bagaimana kalau sanksi dunia atas blokade ekonomi Korea Utara dicabut. Rasanya akan langsung take off.

Dalam posisi diblokade total saja tetap menggeliat seperti itu. Dengan cepatnya.

Saya bisa memahami mengapa Kim Jong-Un ingin segera bebas dari blokade. Sekarang ini Korut merasa sangat tidak puas. Sudah merasa berbuat banyak.

Dengan pembatalan program nuklirnya. Tapi belum sedikit pun ada pelonggaran blokade.

”Korea Utara sudah membuat lima langkah. Mereka berharap pihak Amerika juga membuat langkah. Sekecil apa pun. Tidak usah lima langkah. Dua langkah pun cukup,” ujar seorang diplomat di Pyongyang.

Yang sangat mereka harapkan adalah: mulai boleh ekspor. Satu-dua komoditi saja dulu. Misalnya: batubara. Ke Korea Selatan dan ke Tiongkok.

Tapi Kim Jong-Un tidak menyerah. Ia terus melangkah: untuk terus membuat Ryomyom-Ryomyom baru. Di berbagai bidang.

Sejak itu tiap tahun ada proyek baru di Pyongyang. Terakhir kawasan Ryomyom itu.

Proyek Ryomyom adalah lompatan kasat mata ketidaksabaran Kim Jong-Un. Dalam posisi diblokade total saja tetap menggeliat seperti itu. Dengan cepatnya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News