GSM Dorong Sekolah Pinggiran Jadi Motor Perubahan Pendidikan  

GSM Dorong Sekolah Pinggiran Jadi Motor Perubahan Pendidikan  
Founder Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM), Muhammad Nur Rizal dalam Workshop 'Meraih Meraki di Kota Yogyakarta'. Foto dok. GSM

Rizal memulai pemaparannya dengan menunjukkan realitas di lapangan yang tidak adil bagi mereka yang termarjinalkan.

Di sisi lain, teknologi saat ini maju pesat dan banyak hal akan terjadi ke depan, seperti yang disampaikan Elon Musk, pendiri SpaceX, bahwa dalam kurun waktu 5 tahun lagi manusia bisa berkunjung ke Planet Mars. 

Rizal kemudian mengajukan pertanyaan, kira-kira siapa yang akan menikmati kemajuan-kemajuan tersebut. Tentunya hanya masyarakat dari kelas atas yang mampu berpikir kritis dan memiliki sumber kapita tinggi yang bisa menikmatinya.

"Lalu, bagaimana caranya masyarakat dari kelas bawah bisa menang? Caranya adalah dengan menumbuhkan kebahagiaan dalam berbagai aspek termasuk pendidikan. Kebahagiaan ini yang luput dari pendidikan kita," terangnya.

Oleh karena itu, peran guru dalam membangun suasana kelas yang menyenangkan bagi siswa sehingga mereka merasa senang dan dihargai di sekolah sangat penting.

Suasana tersebut diharapkan dapat mengurangi kasus bullying, kekerasan, ketidak-aktifan di sekolah, dan perilaku tidak baik lainnya yang menjadi persoalan utama pada sekolah-sekolah Non RTO. 

Dipaparkan oleh Rizal bahwa cara menjadi guru yang baik salah satunya tidak hanya mengajarkan teori, tetapi membangun pembelajaran reflektif dan inventif.

Guru bisa melakukan proses pembelajaran dengan mengajak para siswa berdialog, tidak hanya mengajarkan teori-teori yang tertulis dalam buku pelajaran saja. 

Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) mendorong sekolah pinggiran menjadi motor perubahan pendidikan 

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News