Gubernur NTT Sesumbar 5 Tahun ke Depan Indonesia Tak Perlu Lagi Impor Daging Sapi

Gubernur NTT Sesumbar 5 Tahun ke Depan Indonesia Tak Perlu Lagi Impor Daging Sapi
Menristekdikti Mohamad Nasir bersama Gubernur NTT. Foto: Mesya/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat sesumbar bisa mengembalikan kejayaan sebagai daerah penghasil sapi Sumba kualitas unggul sesuai harapan pemerintah.

Dia bahkan optimistis dalam lima tahun ke depan Indonesia tidak perlu lagi mengimpor daging sapi. Sebab, NTT akan menyuplai kebutuhan sapi di tanah air.

"Saya berterima kasih atas perjanjian kerja sama dengan Kemenristekdikti. MoU ini mendorong agar ke depan rantai pasoknya mampu dan dikelola oleh NTT sendiri. Untuk itu daging premier kami ekspor, tidak perlu impor," ujar Viktor usai penandatanganan kerja sama di Kantor Kemenristekdikti, Rabu (9/10).

Dia berharap dengan perjanjian kerja sama ini, bisa mendorong perekonomian NTT dan menjadi eskportir daging terbesar.

Pada kesempatan tersebut Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan, keinginan pemerintah bekerja sama dengan NTT untuk pembibitan sapi Sumba, sebenarnya sudah sejak 2017. Namun, keinginan itu baru terealisasi sekarang.

Dia menyebutkan, kebutuhan sapi di Indonesia sebanyak 3 juta ekor per tahun. Namun, ternyata tidak bisa dipenuhi karena di rumah potong hewan (RPH) sapi yang disembelih betina. Bahkan sampai ada yang bunting.

"Mereka terpaksa menyembelih sapi betina dan bunting karena kurang pasokan kecuali impor," ujarnya.

Sapi Indonesia, lanjutnya, hanya ada 3 keturunan yaitu Madura, Bali, dan Sumba. Sayangnya, sapi-sapi ini kebanyakan stunting karena beratnya hanya 175 kilogram.

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat sesumbar bisa mengembalikan kejayaan sebagai daerah penghasil sapi Sumba kualitas unggul sesuai harapan pemerintah.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News