Gunung Poso

Oleh: Dahlan Iskan

Gunung Poso
Dahlan Iskan (Disway). Foto: Ricardo/JPNN.com

Isu yang meluas lebih seru dari kejadian aslinya. Persoalan dua remaja berubah menjadi persoalan kekerasan dua umat beragama.

Anda sudah tahu: kerusuhan antaragama meletus silih berganti. Kombatan dari berbagai daerah pun datang ke Poso. Termasuk dari Uighur, Xinjiang. Enam orang. Alasan mereka: berjihad.

Ketika konflik antaragama sudah diselesaikan, yang tersisa adalah kombatan. Mereka lari masuk hutan. Naik gunung. Sembunyi.

Dikejar. Konsolidasi. Melakukan serangan balik.

Tujuannya pun sudah berubah. Bukan menyerang Kristen, melainkan menegakkan ajaran ekstrem.

Operasi demi operasi dilakukan oleh polisi dan aparat keamanan. Banyak yang tertembak atau tertangkap.

Sebaliknya, setiap kali ada yang tertembak ada usaha untuk membalas. Teroris itu membunuh polisi. Atau yang dianggap dekat dengan polisi.

Aparat jadi korban. Juga masyarakat. Tidak hanya yang Kristen, juga yang Islam.

Salah satu adegan dalam operasi pemungkas itu sangat dramatis. Yakni ketika pasukan sudah mengepung tenda-tenda kelompok Ali Kalora. Gunung itu sangat tinggi.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News