Guru Honorer di Perbatasan Timor Leste Dapat Kado Hardiknas

Guru Honorer di Perbatasan Timor Leste Dapat Kado Hardiknas
Relawan Forum Malaka Bangkit (FMB) membagikan sembako kepada guru honorer di Kabupaten Malaka, NTT. Foto: FMB

“Biasanya per 3 bulan. Tetapi kadang bisa lebih, bahkan sampai 6 bulan macetnya. Artinya selama itu, kami setengah mati hidupnya,” ungkap Yani Yovita Seran.

Di Desa Rabasa Biris, Silvester Seran, guru SMA 17 Agustus Woee itu sudah belasan tahun menjadi guru honorer sekolah. Silvester Seran yang nampak sudah tua dengan rambutnya yang beruban ini sudah dari tahun 2005 menjadi guru honorer di SMA 17 Agustus Weoe. Mengalami keadaan yang tidak jauh beda dengan guru honorer di Kabupaten Malaka, Silvester Seran mengaku sudah pasrah.

“Sudah dari tahun 2005 mengajar di sana. Nasib menjadi guru honorer ya seperti itu. Tetapi karena cinta akan profesi ini, saya tetap semangat mengajar," kata Silvester Seran.

Para guru honorer ini mengaku simpati dengan aksi FMB besutan bakal calon Bupati dan wakil Bupati, Emanuel Bria dan Roy Tei Seran. Mereka menilai FMB datang memberi harapan hidup yang baru.

Sedikit bingkisan di Hari Pendidikan Nasional ini menurut mereka adalah luar biasa dari tokoh muda yang peduli dengan kesejahteraan hidup para guru honorer.(fri/jpnn)

Salah satu guru honorer di perbatasan Timor Leste ini mengaku simpati dengan aksi FMB yang memberi perhatian dan kado pada momen Hardiknas.


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News