Guru Honorer K2 Mogok, Polisi Mengajar

Guru Honorer K2 Mogok, Polisi Mengajar
Sejumlah guru honorer K2 menangis saat demonstrasi di DPRD Kota Malang, Kamis (20/9). Foto: Radar Malang

jpnn.com, JAKARTA - Honorer K2 (kategori dua) di Jawa Timur terus menyuarakan aspirasinya menolak seleksi CPNS 2018. Pemprov Jatim dan pemkab/pemkot di sana juga dinilai melanggar kesepakatan dengan honorer, di mana akan menunda proses rekrutmen CPNS jalur umum.

"Kan ada kesepakatan dengan pemda tidak akan melakukan pengangkatan CPNS dari jalur umum sampai revisi UU ASN selesai dibahas. Eh ini sudah main buka saja. Ini betul-betul keterlaluan," kata Eko Mardiono, koordinator wilayah (Korwil) Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Jatim kepada JPNN, Kamis (27/9).

Akibat dilanggarnya kesepakatan tersebut, lanjutnya, honorer K2 di Jatim makin bergejolak. Di Blitar, guru-gurunya mogok dan malah polisi yang ganti mengajar.

Demikian juga di Malang, guru honorer yang mogok ngajar digantikan polisi. Padahal guru-guru honorer itu sudah minta izin untuk tidak mengajar dulu.

Saat ini menurut Eko, pihaknya masih melihat situasi. Bila tidak ada perkembangan yang positif, maka honorer K2 se-Jatim akan melakukan aksi mogok.

BACA JUGA: Ini Ungkapan Hati Honorer K2 yang Merasa Tertindas

"Kenapa ingkar janji pada rakyat kecil? Kenapa tidak mengacu pada waktu pendataan dulu SE MenPAN-RB No 5/2010. Mengapa harus tes lagi? Jadi jangan salahkan kalau kami menuntut diangkat tanpa tes," ucapnya. (esy/jpnn)


Di beberapa daerah di Jatim, polisi mengajar di kelas lantaran para guru honorer K2 mogok mengajar.


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News