Guru Olahraga Aniaya Murid

Guru Olahraga Aniaya Murid
Guru Olahraga Aniaya Murid
“Kami berdua dipukul dan dicekik, kemudian dibawa ke lapangan sekolah, selanjutnya dijemur di tengah lapangan selama 1 jam,” ujar Hafiz seraya membela diri, bahwa ia tidak ikut mengolok-olok guru Bak.

Akibat perbuatan guru tersebut, keduanya mengaku trauma dan ketakutan.

Kejadian ini sendiri baru terbongkar, setelah Rifqi Hafiz mengadu kepada orang tuanya, bahwa ia telah dipukuli, dicekik dan dijemur gurunya ketika jam pelajaran berlangsung.Tak terima anaknya dipukuli hingga mengalami memar di bagian leher akibat cekikan tangan guru tersebut, Assa Sukardi (45), ayah Hafiz, mengadukan perbuatan guru olahraga itu ke Mapolsekta Banjarmasin Tengah, Sabtu (15/10) sore.

Assa menilai bahwa guru tersebut tidak layak untuk menjadi seorang guru. Pasalnya, yang namanya guru seharusnya memberikan pelajaran agar muridnya pintar, bukan malah memukuli dan mencekik anak murid.

“Saya terpaksa melaporkan kasus penganiayaan ini ke polisi agar bisa memberikan efek jera dan pembelajaran kepada seluruh guru supaya tidak main pukul kepada anak didiknya. Kalau memang anak muridnya salah memang harus dihukum. Tapi, berilah hukuman yang sesuai dengan kesalahannya, bukan memukulinya,” ujarnya ketika ditemui di rumahnya di kawasan Komplek LLASDP I Blok A RT 39, Belitung Selatan, Banjarmasin Barat, kemarin.

BANJARMASIN--Menjadi seorang guru memang tidak mudah, menghadapi berbagai karakter anak didik tentu diperlukan kesabaran yang tinggi dari seorang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News