H-1 Natal, Kapolri Bersama Rombongan Bergerak ke Bandara Soetta

jpnn.com, TANGERANG - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau pelaksanaan protokol kesehatan di Bandara Soekarno Hatta (Soetta) pada Jumat (24/12) atau H-1 perataan Natal 2021.
Kegiatan ini dia lakukan bersama dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dan Kasum TNI Letjen Eko Margiyono.
Adapun tujuan kegiatan ini memperketat pemeriksaan prokes guna mencegah penyebaran Covid-19 dan Omicron lebih luas lagi.
Menurut Sigit, ada 14 tahapan yang akan dilewati oleh para pelaku perjalanan internasional (PPI) ketika masuk ke Indonesia melalui Bandara Soetta. Proses itu dimulai dari pemeriksaan hingga melakukan masa karantina wajib selama 10 hari.
“Mulai saat masuk kemudian dilaksanakan pemeriksaan awal sampai dengan tahap terakhir diarahkan menuju hotel atau wisma untuk melaksanakan karantina," ujar Kapolri dalam siaran persnya, Jumat.
Eks Kapolda Banten ini menekankan kepada seluruh petugas untuk benar-benar memastikan bahwa masyarakat yang menjadi PPI harus diwajibkan menjalani karantina selama 10 hari.
Demi memastikan PPI tak meninggalkan tempat karantina, harus ada pemanfaatan aplikasi teknologi informasi terkait dengan hal tersebut.
"Oleh karena itu penggunaan aplikasi dan teknologi informasi ditambah pengecekan manual akan diberlakukan. Sehingga kami yakin masyarakat atau pelaku perjalanan internasional tetap berada di tempat," tegas Sigit.
Kapolri bersama Menkes, Menhub, Kepala BNPB dan Kasum TNI begerak ke Bandara Soetta sehari menjelang Natal.
- Momen Prabowo Singgung Kapolri-Panglima TNI: Wah, Alamat Enggak Diganti Nih!
- Dokter Konsumen
- Dihadiri Menteri & Kapolri, Jambore Karhutla 2025 Resmi Dibuka
- Mendiktisaintek dan Menkes Evaluasi Pendidikan Dokter Spesialis, Imbas Kekerasan Seksual di RSHS
- Kapolri Jenderal Listyo Membuka Orientasi XII HIKMAHBUDHI, Candra Aditiya Nugraha: Ini Kegiatan Berskala Nasional
- KPK Dalami Peran Eks Menhub Budi Karya dalam Dugaan Korupsi Proyek DJKA