Hadapi Bonus Demografi, Indonesia Harus Siapkan Talenta Digital yang Berkarakter

Hadapi Bonus Demografi, Indonesia Harus Siapkan Talenta Digital yang Berkarakter
Pendiri Institute of Social Economic Digital (ISED) Rudiantara. Foto: JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Pendiri Institute of Social Economic Digital (ISED) Rudiantara mengatakan Indonesia akan memasuki era emas pada 2045 sehingga perlu disiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, mumpuni, dan kreatif.

Sebelum berada di era emas, Indonesia akan berada pada fase bonus demografi yang diprediksi terjadi pada 2030.

"Sebelum masuk ke 2045, kita sentuh dulu tahun 2030 karena ini kita akan berada dalam puncak bonus demografi,” kata Rudiantara dalam webinar bertema 'SDM Talenta Digital Menuju Era Indonesia Emas 2024' pada Rabu (24/11).

Menurut dia, fase bonus demografi ini bisa menjadi peluang bagi Indonesia untuk menjadi negara maju.

Pada kondisi ini, lanjut Rudiantara, penduduk Indonesia yang memasuki usia produktif akan mencapai puncaknya pada sembilan tahun ke depan.

Dia mengatakan fase bonus demografi ini bisa dimanfaatkan jika diisi oleh sumber daya yang produktif.

Kemudian, Rudiantara juga menjelaskan kebutuhan SDM di bidang digital akan mencapai 9 juta orang untuk mengisi berbagai kategori keahlian pada 2030.

Kategori keahlian tersebut terdiri dari kategori dasar yaitu masyarakat menggunakan internet untuk mengakses media sosial.

Pendiri ISED Rudiantara mengatakan Indonesia akan memasuki era emas pada 2045 sehingga perlu disiapkan SDM yang unggul, mumpuni, dan kreatif.