Hadapi Revolusi Industri 4.0 dengan Inovasi dan Keterampilan

Hadapi Revolusi Industri 4.0 dengan Inovasi dan Keterampilan
Para pembicara dalam dialog interaktif Forum Merdeka Barat di kantor Kementerian Komunikasi dan Informasi Jakarta, Senin (16/4). Foto: Istimewa

Namun, Dirjen Bambang berpendapat bahwa permasalahan tenaga kerja sejatinya berawal dari sektor hulu yakni pendidikan. Selama ini pendidikan belum mampu mengantarkan sepenuhnya tenaga kerja masuk dunia kerja.

Pendidikan di Indonesia belum mampu mengantarkan sepenuhnya tenaga kerja masuk ke dunia kerja.

“Kalau dari sisi hulu-nya sudah dibenahi dengan baik, maka ke depan akan berjalan baik. Patut dipikirkan bersama, sudah seharusnya melakukan reformasi pendidikan, “ katanya.

Sementara di tahun 2021-2025, pekerjaan mengenai pemeliharaan dan instalasi, mediasi, medis, analis data, manajer sistem informasi, konselor vokasi, analis dampak lingkungan akan bertumbuh.

Sebaliknya, pekerjaan yang akan mengalami penurunan adalah resepsionis, tukang kayu, disain tiga dimensi, pengolah semikonduktor, teller bank, travel agents, juru masak fast-food dan operator mesin.

Dirjen Bambang mengungkapkan diprediksi tahun 2026-2030, jenis pekerjaan perancang, pemograman kecerdasan bautan, perancang dan pengendali mesin otomasi, perancang sofware dan game online akan bertumbuh.

“Tapi jenis pekerjaan ahli las, staf akuntan, operator mesin, supir truk dan ahli mesin mulai tersingkir. Padahal jumlah supir truk kita ada sekitar 6 juta,“ tandasnya. (jpnn)


Tergerusnya berbagai pekerja sejak revolusi industri 1 hingga 3, dipastikan juga akan memunculkan jenis pekerjaan baru.


Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News