Harga Kedelai Merajalela, DPR Nilai Mendag Tak Punya Solusi

Harga Kedelai Merajalela, DPR Nilai Mendag Tak Punya Solusi
Anggota Komisi IV DPR RI Bambang Purwanto mengkritik keras alasan Mendag dalam menyikapi kelangkaan dan melonjaknya harga kedelai. Ilustrasi kedelai: Ricardo/JPNN.com

Namun, Muhammad Lutfi tidak hadir dalam rapat dan tidak mengirim pula perwakilan, sehingga kegiatan urung digelar.

"Artinya Mendag tidak ada keinginan melakukan perbaikan tata kelola pangan,” tegas Bambang.

Muhammad Lutfi sebeluknya menyebut terdapat beberapa faktor yang membuat harga kedelai dunia melonjak, salah satunya yakni terjadi La Nina yang sangat basah di Argentina dan Amerika Selatan. 

Kondisi itu menyebabkan suplai kedelai menjadi sangat terbatas, sehingga harga menjadi naik.

Selain itu, terdapat restrukturisasi dari peternakan binatang di China. Negara tirai bambu itu kini membuat kebijakan bahwa lima miliar babi diberi makan kedelai.

"Jadi,permintaannya sangat tinggi menyebabkan harga sangat tinggi. Nah, ini yang menyebabkan harga kedelai di Indonesia juga tinggi," ujar Mendag Lutfi dalam keterangan persnya, Kamis (17/2).

Di sisi lain kebutuhan dalam negeri cukup tinggi, yakni sebanyak tiga juta ton tahun, namun pasokan domestik baru mencapai 500 ribu sampai 750 ribu ton per tahunnya. 

Dengan demikian, 80-90 persen dari kebutuhan nasional masih diimpor dari sejumlah negara. (ast/jpnn)

Anggota Komisi IV DPR RI Bambang Purwanto mengkritik keras alasan Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menyikapi kelangkaan dan melonjaknya harga kedelai.


Redaktur : Elvi Robia
Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News