Hasil PISA 2022, Ketua Komisi X DPR: Krisis Kualitas Pendidikan Indonesia Belum Berakhir

Hasil PISA 2022, Ketua Komisi X DPR: Krisis Kualitas Pendidikan Indonesia Belum Berakhir
Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda. Foto: Dok. Friederich Batari/JPNN.com

Huda mengungkapkan survei PISA juga menelusuri faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan siswa di bidang matematika, bahasa, dan sains.

Faktor-faktor tersebut antara lain inisiatif guru, keterlibatan orang tua, keamanan lingkungan sekolah dan sekitarnya, serta besaran alokasi dana pendidikan di masing-masing negara.

“Nah kita agak lemah dalam hal inisiatif guru dan keamanan sekolah,” katanya.

Dari survei PISA, kata Huda diketahui jika 18 persen siswa (dari 14.000 siswa peserta tes ini) berada di sekolah yang kekurangan guru. Sedangkan 13 persen lainnya berada di sekolah dengan guru yang berkualitas kurang baik.

“Manajemen guru memang masih menjadi pekerjaan rumah dalam pengelolaan pendidikan di Indonesia. Berbagai program perbaikan kualitas guru seperti rekruitmen sejuta guru honorer menjadi PPPK pun berjalan lamban. Ini belum ngomong bagaimana cara untuk memberikan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kualitas pendidik di tanah air,” katanya.

Politikus PKB ini mengatakan dunia pendidikan di Indonesia juga menghadapi tantangan besar dalam hal keamanan di lingkungan sekolah dan sekitarnya. Saat ini banyak kasus perundungan maupun kekerasan yang terjadi di berbagai lembaga pendidik di Indonesia.

“Kasus bullying dan kekerasan di sekolah kita memang mencemaskan. Ironisnya hal ini belum menjadi kesadaran bersama dari stakeholder pendidikan untuk bersama memberantasnya,” ujar Huda.

Menurut Huda, kasus  kekerasan yang menimpa siswa di Sukabumi di mana pihak sekolah justru menutupinya menjadi contoh bagaimana sulitnya memberantas kasus perundungan dan kekerasan di sekolah.(fri/jpnn)

Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda mengatakan hasil survei PISA 2022 menunjukkan jika krisis kualitas pendidikan dalam 20 tahun terakhir masih belum berakhir.


Redaktur & Reporter : Friederich Batari

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News