Hasil Survei Terbaru: Elektabilitas Donald Trump Bonyok Dihajar Virus Corona

Hasil Survei Terbaru: Elektabilitas Donald Trump Bonyok Dihajar Virus Corona
Presiden AS Donald Trump mendengarkan saat rapat dengan eksekutif bidang kesehatan di Cabinet Room Gedung Putih, di Washington, Selasa (14/4/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Leah Millis/AWW/djo

jpnn.com, WASHINGTON - Tingginya kematian akibat virus corona di Amerika Serikat berdampak serius terhadap elektabilitas Presiden Donald Trump. Survei terbaru menunjukkan bahwa sang petahana kini tertinggal delapan persen dari kandidat Partai Demokrat, Joe Biden.

Survei Reuters/Ipsos menemukan bahwa 46 persen responden menyatakan akan memilih Biden di pemilu presiden 3 November mendatang, sedangkan Trump didukung 38 persen. Pekan lalu, keunggulan Biden terhadap Trump hanya dua persen.

Survei yang dilakukan pada 11-12 Mei itu juga menunjukkan banyak jumlah responden yang tidak puas dengan kinerja pemerintahan Trump dalam menangani virus corona, jauh lebih besar. Selisih antara responden tidak puas dengan yang puas mencapai 13 persen.

Trump dikritik karena sempat menganggap enteng wabah virus corona yang kini telah membunuh lebih dari 80 ribu orang di Amerika Serikat. Politikus Partai Republik itu juga berulang kali mengabaikan pendapat para ahli di pemerintahannya sendiri.

Upaya Trump dan para pendukungnya di parlemen mengkambinghitamkan Tiongkok atas meluasnya wabah virus corona, sejauh ini tidak menunjukkan hasil.

Masih menurut Reuters, publik menilai Trump unggul dalam hal penciptaan lapangan kerja. Sedangkan Biden dianggap lebih baik dalam menangani masalah-masalah terkait kesehatan.

Survei Reuters/Ipsos dilakukan secara daring terhadap 1.112 orang dewasa di Amerika Serikat, 973 di antaranya pemilih terdaftar. Survei ini memiliki margin of error sebesar 4 persen. (reuters/dil/jpnn)

Tingginya kematian akibat virus corona di Amerika Serikat berdampak serius terhadap elektabilitas Presiden Donald Trump


Redaktur & Reporter : Adil

Sumber Reuters

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News