Hati Ibu, Menahan Keinginan Cerai demi Kesuksesan Anak

Hati Ibu, Menahan Keinginan Cerai demi Kesuksesan Anak
Hati Ibu, Menahan Keinginan Cerai demi Kesuksesan Anak. Ilustrasi Fajar/Radar Surabaya/JPNN.com

Meski demikian, Karin tetap memendam rasa sakit hati. Berkali-kali Karin mengancam untuk menggugat cerai.

Namun, sang suami memintanya menunggu sampai anaknya sudah berkeluarga.

Itu dilakukan supaya ketiga anaknya tidak terjerumus ke hal-hal negatif.

”Kami ini keluarga yang komitmen menjaga perkembangan anak. Kami sangat ingin mereka jadi anak sukses. Alhamdulillah, meski kami berdua hanya guru, anak kami bisa jadi dokter dan dosen,” kata Karin bangga.

Tentang apa yang akan dilakukan pasca bercerai, Karin ingin mengasuh cucunya di rumah.

Sebab, anak keduanya masih ikut dengannya di rumah satunya yang juga di kawasan Gunung Anyar.

”Ngabisin waktu sama anak cucu. Ibadah juga ditingkatkan,” jelas Karin dengan bijak.

(*/opi/jpnn)


Setelah menunggu 20 tahun lamanya, Karin, 59, akhirnya menepati janjinya untuk menggugat cerai suaminya, Donjuan, 60.


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News