Heboh Sendiri

Oleh Dahlan Iskan

Heboh Sendiri
Dahlan Iskan.

Perang Yaman ini tercatat sebagai gebrakan penguasa baru Arab Saudi: Pangeran MbS --Mohamad bin Salman. Yang saat itu usianya baru 28 tahun.

Gebrakan lain adalah menangkap keluarganya sendiri. Para sepupunya. Menahan mereka. Dengan tuduhan korupsi.

Lalu, yang itu. Terbunuhnya wartawan Jamal Khashoggi. Yang dibunuh di konsulat Saudi di Istanbul, Turki --saat Jamal diantar calon istrinya ke konsulat itu untuk mendapat surat-surat persyaratan menikah.

Mayatnya pun sampai dihilangkan. Dan gedung konsulat itu sekarang juga akan dihilangkan --ditawarkan untuk dijual.

Menurut Arab Saudi, Iran-lah yang mendukung pejuang Houti di Yaman. Mana mungkin bisa sekuat itu.

Yaman itu kecil. Miskin. Saudi itu besar. Kaya raya.

Namun Houti yang menang. Setidaknya belum kalah. Bahkan justru menyerang ke jantung kehidupan Saudi.

Iran selalu menolak tuduhan di balik Houti. Namun Iran juga siap untuk perang --kalau Amerika sampai menyerang.

Sebenarnya Amerika sudah getem-getem. Ingin sekali segera menyerang Iran. Sejak drone Amerika dijatuhkan Iran.

Putin saat bertemu Erdogan mengutip Surah Ali Imran ayat 103. Secara tidak langsung justru Putin mengingatkan Raja Arab Saudi untuk berpegang pada Alquran. Erdogan setuju itu. Erdogan memang lebih pro-Iran. Lebih anti-Saudi.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News