Hijrah

Oleh: Dhimam Abror Djuraid

Hijrah
Ilustrasi, jemaah menunaikan salat saat pandemi. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - Hijrah menandai suatu periode paling penting dalam sejarah perkembangan Islam.

Secara etimologis, hijrah berarti migrasi, perpindahan dari satu wilayah ke wilayah lain.

Namun, secara strategis hijrah adalah perubahan strategi dakwah yang mendasar dengan meninggalkan Makkah sebagai pusat awal perkembangan Islam, menuju Madinah yang akan menjadi ibu kota baru negara Islam.

Hijrah yang terjadi pada 622 Masehi, adalah keputusan strategis terbaik yang pernah terjadi dalam sejarah umat manusia. Dengan melakukan hijrah, Nabi Muhammad saw berhasil melakukan konsolidasi internal di Madinah, kemudian memperkuat posisi politik dengan mengintegrasikan semua kekuatan sosial politik dalam perjanjian ‘’Piagam Madinah’’.

Dalam waktu sepuluh tahun periode Madinah, umat Islam muncul menjadi kekuatan politik regional yang solid, dan kemudian berhasil merebut kembali Kota Makkah tanpa ada peperangan fisik dan tidak ada korban jiwa.

Belum pernah dalam sejarah dunia terjadi penaklukan seperti penaklukan Makkah. Kemenangan cemerlang ini menjadi puncak pencapaian prestasi Nabi Muhammad sebagai nabi dan sekaligus politisi dan negarawan.

Montgomerry Watt menyebut Nabi Muhammad sebagai perpaduan antara utusan Tuhan dan seorang politisi-negarawan.

Era Makkah selama 13 tahun adalah periode perjuangan Muhammad saw sebagai rasul Allah.

Umar bin Khattab yang menjadi khalifah ketika itu momentum hijrah sebagi titik tolak awal penanggalan Islam.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News