HMI Pustara Berharap Subsidi BBM Dialihkan Untuk Pengembangan Industri Hilir

HMI Pustara Berharap Subsidi BBM Dialihkan Untuk Pengembangan Industri Hilir
Subsidi BBM. Ilustrasi SPBU: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Formatur Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jakarta Pusat dan Utara (Pustara) Fahmi Muhammad memaklumi, rencana pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi.

Menurutnya, anggaran subsidi BBM seharusnya dialihkan untuk pengembangan industri hilir.

“Kenaikan harga BBM yang diwacanakan pemerintah memang menimbulkan protes berbagai elemen masyarakat. Namun, kami memahami urgensi mengapa pemerintah hendak menaikkan harga BBM. Menurut kami, anggaran subsidi BBM seharusnya dialihkan untuk pengembangan industri hilir, yang dapat menopang perekonomian nasional dalam jangka panjang,” kata Fahmi dalam diskusi ‘Dampak Pengalihan Subsidi BBM terhadap Ketahanan Ekonomi dan Ancaman Krisis Energi’.

Fahmi mengatakan dalam menaikkan harga BBM bersubsidi, Pemerintah Indonesia tentu melihat situasi politik internasional.

Terlebih, naiknya BBM disebabkan karena ketegangan beberapa negara, termasuk konflik antara Rusia-Ukraina juga AS-China.

Fahmi juga mengulas bahwa sebelumnya Presiden RI Joko Widodo berencana menaikan harga BBM jenis pertalite dan solar dengan bersepakat akan memberi Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi yang berhak menerimanya, dengan pengalihan anggaran subsidi BBM sebesar Rp 24,17 triliun.

“Kemampuan Indonesia dalam menghadapi krisis energi tentu harus ditopang dengan upaya-upaya yang lain, misalnya memberikan infrastruktur hukum yang baik. Selain itu, pengalihan subsidi BBM bisa dialokasikan pada peningkatan pengembangan industri hilir di Indonesia,” paparnya.

Menurut Fahmi, industri hilir yang lain juga perlu dikembangkan, agar bisa mengolah kekayaan alam Indonesia menjadi barang jadi yang bernilai tinggi.

Dalam menaikkan harga BBM bersubsidi, Pemerintah Indonesia tentu melihat situasi politik internasional.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News