HMS Center Ingatkan Menko Polhukam Tak Sekadar Lips Service Tangani Skandal BLBI

HMS Center Ingatkan Menko Polhukam Tak Sekadar Lips Service Tangani Skandal BLBI
Ketua Umum Hidupkan Masyarakat Sejahtera (HMS) Center Hardjuno Wiwoho. Foto: Dokumentasi pribadi

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Marsekal TNI (Purn.) Hadi Tjahjanto langsung tancap gas dengan menjadikan skandal Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) masuk dalam skala prioritas 100 hari menjabat.

Dia pun berkomitmen akan terus mengejar tagihan ke debitur dan obligor BLBI hingga ke akar-akarnya.

Namun, Ketua Umum Hidupkan Masyarakat Sejahtera (HMS) Center Hardjuno Wiwoho mengingatkan Menko Polhukan agar bekerja sungguh-sungguh mengejar para perampok uang negara ini dan tidak sekadar lips service saja.

Dia pun berharap skandal BLBI ini tidak sekadar menjadi komoditas politik demi menyenangkan hati masyarakat.

“Publik tentu menantikan keseriusan pemerintah dalam menyeret pelaku pengemplang BLI ke muka hukum atau setidaknya kerugian negara dapat ditebus,” ujar Hardjuno di Jakarta, Kamis (22/2).

Hardjuno yang pernah menjabat Staf Ahli Utama Pansus BLBI DPD RI menantang Menko Hadi untuk berani menunjuk hidung siapa obligor BLBI yang menjadi targetnya untuk dikerangkeng ke jeruji besi.

“Berani enggak Pak Menko (Hadi Tjahjanto) ini. Kalau enggak berani tunjuk hidungnya, ya, jangan memberi angin surga ke rakyat. Jangan pula persoalan BLBI sekadar jualan politik. Ingat, masalah skandal BLBI sudah lama terjadi. Dan, saya kira, rakyat akan menagih janji Pak Menko ini,” ujar Hardjuno.

Hardjuno melanjutkan skandal BLBI adalah kejahatan ekonomi terbesar dalam sejarah pemberantasan korupsi di Indonesia.

Ketua Umum HMS Center Hardjuno Wiwoho mengingatkan Menko Polhukan agar bekerja sungguh-sungguh menuntaskan skandal BLBI dan jangan sekadar lips service saja.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News